foto

ANTARA/Asep Fathulrahman

Kemacetan di Merak Ancam Ketersediaan Pangan Jawa-Sumatera

TEMPO Interaktif, Cilegon - Kemacetan yang terjadi sebulan terakhir di Pelabuhan Merak mempengaruhi distribusi pangan di Pulau Jawa dan Sumatera serta mengancam ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Achmad Suryana mengatakan adanya antrean truk telah menghambat distribusi komoditas pangan. "Sejumlah komoditas pangan kan tidak bisa bertahan lama, akhirnya banyak komoditas yang tidak bisa sampai ke pasar karena terjebak kemacetan," kata Achmad dalam acara Pertemuan Evaluasi dan Sinkronisasi Program Ketahanan Pangan Wilayah I, di Serang, Rabu (2/3).

Achmad Suryana berharap permasalahan antrean truk di Merak ini merupakan masalah temporer yang tidak akan mengganggu sistem distribusi pangan secara berkepanjangan.

"Akan berbeda halnya bila kemacetan yang terjadi disebabkan karena iklim yang ekstrim. Dalam kondisi itu, kita tidak bisa memaksakan untuk kelancaran distribusi karena bisa menimbulkan bahaya yang lebih besar," kata Achmad Suryana.

Sementara itu, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Sukirman, mengatakan antrean truk ini telah menghambat arus menuju Pantai Anyer karena banyak pengunjung hotel yang mengeluhkan kemacetan di sekitar Kota Cilegon akibat adanya pengalihan arus.

"Tamu hotel sempat banyak yang bingung, bahkan ada yang membatalkan kunjungan karena terjebak macet di Kota Cilegon," ujar Sukirman.

Namun, kata Sukirman, adanya antrean truk itu belum mempengaruhi tingkat hunian hotel yang ada di sepanjang Pantai Anyer. "Kalau tingkat hunian masih normal," ujar dia.

Sementara itu, pantauan Tempo, antrean yang terjadi di jalan tol Tangerang-Merak terjadi dari gerbang tol Merak hingga KM 91 atau sepanjang 8 kilometer. Antrean yang terjadi di Jalan Cikuasa Atas, Kota Cilegon, hingga dalam Pelabuhan Merak terjadi sepanjang 5 kilometer. Sedangkan, antrean truk juga terjadi di jalan raya Cilegon-Merak dengan panjang sekitar 5 kilometer.

Akibat antrean truk ini terus mengganggu arus lalu lintas di Kota Cilegon, jalur distribusi pengiriman barang ke PT Krakatau Steel, Kota Cilegon, dan Jalur Wisata Pantai Anyer, Kabupaten Serang. Bahkan yang lebih parah, antrean truk ini telah mengganggu distribusi pangan antara Pulau Jawa dan Sumatera.

WASI''UL ULUM