DPK BRI Syariah Sudah Rp 5,1 Triliun

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Dalam tempo dua tahun, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah berhasil menumbuhkan simpanan atau dana pihak ketiga (DPK) lebih dari 2 kali lipat atau 281,14 persen dari Rp 1,81 triliun pada  2009 menjadi Rp 5,1 triliun  tahun 2010.

Pencapaian tersebut sejalan dengan visi BRI Syariah menumbuhkan dana tabungan. Presiden Direktur BRI Syariah Ventje Rahardjo dalam keterangannya hari ini (3/3) mengatakan perusahannya memiliki visi jangkan panjang untuk menaikan peringkat tabungan di BRI Syariah menjadi produk utama.

“Khusus DPK, kami ingin menumbuhkan tabungan sebagai produk inti,” ujar dia saat konferensi pers peluncuran program promosi tahunan Hujan Emas Tabungan BRI Syariah di Museum Bank Indonesia.

Untuk mendorong produk tabungan BRI Syariah akan terus melakukan promosi membangun merek  perusahaan agar lebih maju.  "Tabungan bukan hanya sebagai alat menabung namun sekaligus untuk memudahkan nasabah," ujarnya. 

Untuk 2011 jumlah tabungan BRISyariah ditargetkan mencapai Rp 2 triliun atau dua kali lipat dari capaian 2010 sebesar  Rp 790 miliar. “Melayani masyarakat menengah bawah tetap akan menjadi perioritas kami,” kata dia. 

Ari Purwandono, Direktur Bisnis  BRI Syariah menambahkan, untuk tahun ini total modal yang akan ditawarkan BRI Syariah meningkat sekitar Rp 3,7 triliun, dari Rp 5,5 triliun tahun lalu menjadi Rp 9,2 triliun.

Modal tersebut sebagian besar diarahkan untuk pembiayaan lima bidang usaha. Rinciannya pembiayaan komerial dari Rp 1,5 triliun bertambah menjadi Rp 2,4 triliun, bisnis linkage dari Rp 1 triliun menjadi Rp 1,8 triliun, konsumen dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 2,4 triliun, retail dari Rp 700 miliar menjadi Rp 1,2 triliun serta pembiyaan usaha mikro dari Rp 490 miliar manjadi Rp 1,1 triliun.

JAYADI SUPRIADIN