foto

Sepeda motor isi bensin di SPBU.[TEMPO/Wahyu Setiawan]

SPBU Jawa-Bali Belum Siap Pembatasan Subsidi

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, mengatakan bahwa hingga saat ini dari 3.037 Stasiun Pengisian Bahan Bakar yang berada di Jawa dan Bali, baru terdapat 1.724 SPBU yang siap untuk menjual Pertamax atau sekitar 56 persen.

"Sementara terdapat sebanyak 1.017 SPBU yang harus tukar tangki pendam ke Pertamax, dan sebanyak 296 SPBU perlu investasi baru," papar dia ketika rapat bersama dengan Komisi VII DPR RI, Senin (07/03).

Wilayah Jakarta , Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi saat ini terdapat 622 SPBU yang siap Pertamax dari 720 SPBU yang ada. Sementara, 57 SPBU masih memerlukan penukaran tangki pendam dan 41 SPBU lainnya memerlukan investasi baru.

Pertamina, kata dia, sebenarnya siap untuk melaksanakan pembatasan BBM bersubsidi sesuai dengan waktu dan dilaksanakan secara bertahap. Namun, untuk kelancaran pelaksanaan, Pertamina meminta kepastian hukum atas rencana kebijakan tersebut."Karena Pertamina dan Mitra usaha butuh investasi untuk siapkan infrastruktur di SPBU," jelasnya.

Saat ini, konsumsi terbesar BBM subsidi masih dirajai oleh wilayah Jawa dan Bali sebesar 59 persen, disusul oleh Sumatra dengan konsumsi sebesar 23 persen. Dari sisi sektor alat transportasi, 99 persen BBM subsidi diketahui dihabiskan oleh transportasi darat,"Dan 46 persen penikmatnya adalah pemilik kendaraan pribadi," tutur dia.

GUSTIDHA BUDIARTIE