foto

Tempo/Panca Syurkani

Karen: Butuh Rp 120 Miliar Agar SPBU Siap Jual Pertamax

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, mengatakan investasi yang dibutuhkan untuk menyiapkan seluruh SPBU agar bisa menyediakan Pertamax mencapai Rp 120 miliar."Itu untuk total 249 SPBU yang masih perlu investasi, dengan rata-rata investasi per SPBU sekitar Rp 400 juta," kata Karen saat rapat bersama dengan Komisi VII DPR RI, Senin (07/03).

Selain itu, Pertamina juga memperkirakan masih akan membutuhkan dana hingga Rp 80 miliar untuk investasi Depo.

Pertamina, kata dia, sebenarnya siap untuk melaksanakan pembatasan BBM bersubsidi sesuai dengan waktu dan dilaksanakan secara bertahap. Namun, untuk kelancaran pelaksanaan, Pertamina meminta kepastian hukum atas rencana kebijakan tersebut."Karena Pertamina dan Mitra usaha butuh investasi untuk siapkan infrastruktur di SPBU," jelasnya.

Saat ini, konsumsi terbesar BBM subsidi masih dirajai oleh wilayah Jawa dan Bali sebesar 59 persen, disusul oleh Sumatra dengan konsumsi sebesar 23 persen. Dari sisi sektor alat transportasi, 99 persen BBM subsidi diketahui dihabiskan oleh transportasi darat,"Dan 46 persen penikmatnya adalah pemilik kendaraan pribadi," tutur dia.

Hingga saat ini menurut Karen belum semua SPBU siap menjual pertamax. Dari 3.037 Stasiun Pengisian Bahan Bakar yang berada di Jawa dan Bali, baru terdapat 1.724 SPBU yang siap untuk menjual Pertamax atau sekitar 56 persen.

"Sementara terdapat sebanyak 1.017 SPBU yang harus tukar tangki pendam ke Pertamax, dan sebanyak 296 SPBU perlu investasi baru," papar dia ketika rapat bersama dengan Komisi VII DPR RI, Senin (07/03).

Wilayah Jakarta , Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi saat ini terdapat 622 SPBU yang siap Pertamax dari 720 SPBU yang ada. Sementara, 57 SPBU masih memerlukan penukaran tangki pendam dan 41 SPBU lainnya memerlukan investasi baru.



GUSTIDHA BUDIARTIE