Pantai Parangtritis. Tempo/Arif Wibowo
Topik
Tiga Wisatawan Hilang di Parangtritis
Kepolisian setempat dan Tim SAR telah melakukan penyisiran di wilayah timur tebing pantai hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Depok di wilayah barat.” Penyisiran telah dilakukan dari pagi dan lanjut malam nanti, tapi masih belum ada tanda-tanda,” ujar anggota SAR Parangtritis Taufik, Senin (7/3) petang.
Untuk pencarian korban telah dikerahkan 100 petugas, baik dari SAR maupun Polda Yogyakarta. Menurut Taufik upaya pencarian lumayan sulit karena ombak kecil, sehingga jenazah korban tak segera terhempas ke tepi.
Tiga wisatawan Partiah, 18 tahun warga Candimulyo, Magelang, Putri, 14 tahun siswi SMPN 2 Berbah, Sleman dan Septiana, 14 tahun siswi SMPN 3 Kalasan, Sleman hilang sejak pukul 15.00 Wib Minggu (6/3) sore.
Untuk pencarian korban Pencarian tiga korban yang hilang sejak pukul 15.00 WIB kemarin (6/3) Tim SAR menggunakan jarring-jaring untuk membantu menemukan korban. Dalam kejadian yang sudah-sudah, bila ombak selalu kecil, biasanya tubuh korban akan ketemu dalam selang waktu tiga hari ketika tubuhnya sudah membengkak dan mengapung di permukaan.
Ketiga korban hilang diperkirakan terjebak palung laut. SAR Parangtritis mencatat, ada dua palung laut curam yang posisinya terus berpindah. Pada kejadian yang terakhir ini, palung dideteksi berada di sebelah timur pantai, sekitar 200 meter dari posko.
Kepolisian Bantul juga melakukan pencarian. “Khususnya di wilayah Timur,” kata anggota Reserse Kriminal Kretek Bantul Aipda Bagus. Untuk kesekian kalinya peristiwa korban hilang di Parangtritis terjadi. Februari tahun lalu, ombak Parangtritis juga sempat menyeret 30 siswa kelas 3 MTs Ar-Rasyid Darma Kuningan, Jawa Barat. Dari 30 korban, 23 siswa berhasil diselamatkan, sedangkan 4 lainya ditemukan dalam kondisi tewas sebagian lainnya hilang. PRIBADI WICAKSONO.





