ANTARA/Ampelsa
Topik
Jumlah Kapal Penyeberangan Merak-Bakauheni Akan Ditambah
TEMPO Interaktif, Cilegon - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry mengaku sudah menyiapkan 6 armada kapal untuk beroperasi di lintasan Merak-Bakauheni. Enam kapal tersebut dua diantaranya kapal baru dan empat kapal bekas.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Indonesia Ferry Sirajudin Saini mengatakan harga satu unit kapal baru Rp 400 miliar lebih. Sementara untuk harga kapal bekas, Siraj tidak mau mengungkapkannya. “Harga kapal baru itu mencapai Rp 400 miliar lebih. Silahkan diprediksi sendiri berapa kira-kira harga kapal second, Pak Menteri (Menhub) sudah mengatakan bahwa pemerintah akan mempercepat prosesnya jika memang ada investor yang berminat,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah saat ini sedang membahas rencana untuk menggandeng kapal asing untuk berinvestasi di lintasan Merak-Bakauheni, “Jika memang ada pengusaha asing yang berencana menanamkan investasinya di lintasan Merak-Bakauheni, pemerintah pasti akan mengabulkan perizinannya,” katanya.
Ia membantah jika kemacetan yang terjadi selama hampir satu bulan terakhir itu disengaja. Menurutnya, kemacetan yang ada murni karena faktor-faktor yang memang ditemui di lapangan. “Kalau ada yang menduga bahwa kemacetan ini merupakan sebuah kesengajaan pihak-pihak tertentu dengan harapan ada kenaikan tariff penyeberangan, saya tegaskan tidak ada. Ini murni terjadi karena banyaknya kapal yang dock,” ujar Siraj.
Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak Togar Napitupulu mengatakan, dari tujuh kapal yang saat ini melakukan docking, dua kapal diantaranya telah selesai. Kedua kapal yang siap beroperasi itu Kapal Motor Penumpang Titian Nusantara dan Nusa Agung. “Dua kapal itu besok (hari ini) akan kembali beroperasi, dan lima kapal lainya paling lambat pertengahan April ini,” ujarnya.
WASI’UL ULUM





