foto

Boediono (tengah). ANTARA/Wildan Anjarbakti

Boediono Senang Bisa Balik Kandang

TEMPO Interaktif, Perth - Kembali menyambangi almamater menjadi semacam perjalanan nostalgia bagi Wakil Presiden Boediono. "Saya senang bisa balik kandang. Kampus adalah cinta pertama saya," katanya kepada wartawan di Perth, Australia, Rabu.

Pernyataan itu dikemukakan Wapres ketika ditanya wartawan ihwal kesannya mendapat gelar doktor honoris causa bidang ekonomi dari University of Western Australia di Perth.
Besok, Boediono akan datang ke kampus tempat dia memperoleh gelar sarjana pertamanya tahun 1967 lalu. Dalam sebuah upacara resmi, penyerahan penghargaan itu akan dilakukan oleh Rektor University of Western Australia.

Nostalgia akan kampus almamaternya itu kembali diceritakan saat bertemu sekitar 400 mahasiwa dan warga Indonesia di Perth.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Konsulat Jenderal RI, Boediono bercerita, tahun 1963, dia bersama 35 orang lain menerima beasiswa Colombo Plan untuk belajar di Australia. "35 orang itu disebar ke seluruh Australia," kata Pak Boed, demikian para mahasiswa memanggilnya.

Dari 35 orang itu, dua orang kebagian belajar di Perth, kata Boediono lagi. "Yang satu saya sendiri, satu lagi, dia ada di depan Anda semua. Namanya, Abdilah Toha. Silakan berdiri pak," kata Boediono. Dari kursi di deretan kiri, berdiri Abdillah Toha sambil melambaikan tangan. Rupanya salah satu tokoh pendiri PAN ini diajak oleh Boediono dalam satu rombongan untuk "perjalanan napak tilas".

Kepada para mahasiwa itu, Boediono menyampaikan pesannya agar mereka selalu optimis memandang negerinya. "Indonesia adalah satu dari tiga negara di dunia yang saat ini ekonominya positif. Selain Indonesia, satu dari tiga negara itu adalah China. Ini memang negeri yang kebal krisis," kata Boediono.

Ia menambahkan, ekonomi yang bagus akan mendorong demokrasi. Sebaliknya, demokrasi yang bagus, akan mendorong pertumbuhan ekonomi. "Ini semacam lingkaran yang terus berkelanjutan," kata wapres.

Daru Priyambodo (Perth)