foto

Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh bersama kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu (kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan komisi VII, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (22/4). TEMPO/Imam Sukamto

BBM Tak Akan Naik Tahun Ini

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedy Saleh mengatakan, pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun ini, walaupun harga minyak dunia terus mengalami lonjakan.

"Tidak ada kebijakan menaikkan BBM subsidi," kata dia, saat menggelar jumpa pers di Kantornya, Rabu (09/03). Pernyataan tersebut sekaligus membantah salah satu opsi pembatasan BBM subsidi yang diusulkan oleh tim konsorsium pimpinan Anggito Abimanyu.

Seperti diketahui, Tim Kajian mengusulkan harga premium naik sebesar Rp 500 atau menjadi berada di harga Rp 5000,00, dengan syarat angkutan umum plat kuning mendapat subsidi dengan sistem cashback sebesar Rp 500 per liter yang dibayar dengan sistem elektronik.

Tanpa kebijakan pembatasan diperkirakan konsumsi BBM yang dijatahkan sebesar 38,5 Juta Kiloliter pada tahun ini akan membengkak hingga 41,7 juta kiloliter, dan konsumsi premium akan membengkak menjadi hingga 26,3 Juta Kiloliter dari jatah semula yang hanya sebesar 23,19 juta Kiloliter. Berdasarkan kajian tim konsorsium yang tertera dalam dokumennya, jika konsumsi premium tidak dibatasi maka subsidi premium sebesar Rp 40,54 triliun akan melonjak menjadi sebesar Rp 46,38 triliun.

Darwin juga memaparkan dengan harga minyak mentah dunia saat ini yang mencapai US$ 114 per barel, Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk berhemat dalam menggunakan BBM subsidi. Pemerintah Daerah terutama diminta untuk meningkatkan perannya dalam ikut mengawasi pendistribusian BBM agar tepat sasaran dan jumlah.

Mengenai daerah yang mulai meminta tambahan kuota BBM subsidi, Darwin menyarankan agar Pemerintah Daerah terkait lebih dapat mengatur soal konsumsi BBM yang tepat kepada masyarakatnya."Jangan manja, harus mampu kelola BBM subsidinya agar subsidi di APBN bisa lebih diberikan kepada yang berhak," kata dia.

GUSTIDHA BUDIARTIE