Topik
Komisi Penyiaran NTB Kaji Lagu Udin Sedunie
TEMPO Interaktif, Mataram - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat (KPID NTB) sedang melakukan kajian lirik lagu Udin Sedunie yang dinyanyikan oleh Sualuddin asal Montong Gamang Lombok Tengah. Lagu kocak bercerita tentang nama Udin itu menimbulkan protes di kalangan sebagian masyarakat.
Wakil Ketua KPID NTB Sukri Aruman yang menghubungi Tempo melalui pesan pendek menjelaskan, KPID NTB melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, budayawan Lombok-Sumbawa serta akademis untuk mendapatkan kajian komprehensif. ‘’Ini menyikapi aduan masyarakat yang merasa resah dan keberatan atas sebagian lirik lagu tersebut,’’ ujarnya, Rabu (9/3). Rencananya, hasil kajian tersebut akan diplenokan.
Menurut dia, KPID NTB sangat menghargai apresiasi, kritik dan saran masyarakat terhadap siaran radio dan televisi termasuk lagu Udin Sedunie yang menuai kontroversi. Ketua MUI NTB Saiful Muslim belum bisa dikonfirmasi saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Diberitakan sebelumnya, Sukri Aruman menduga lagu tersebut ada unsur melecehkan orang yang bernama Udin. Katanya ada 20 nama Udin mulai dari Awaludin hingga Akhirudin. Diantaranya adalah Udin yang suka dijalanan namanya Jalaludin dan Udin yang suka ke WC namanya Tahirudin. Oleh Sukri Aruman, lagu-lagu olok-olokan tersebut dikhawatirkan tidak mendidik.
Lagu ini booming di berbagai televisi nasional termasuk di media internet Youtube. Lagu yang juga sudah direkam dalam bahasa Indonesia oleh Harpa Record dinyanyikan oleh Sualuddin, 26 tahun, seorang mahasiswa semester 6 jurusan Bahasa Inggris STKIP Hamzanwadi di Pancor Selong Lombok Timur.
SUPRIYANTHO KHAFID





