foto

TEMPO/Dimas Aryo

Warga Duta Garden Ancam Tinggalkan PDAM  

TEMPO Interaktif, TANGERANG -Sebanyak 2500 pelanggan air di perumahan Duta Gardenia, Kecamatan Benda, Kota Tangerang menyatakan akan berhenti langganan air ke PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang. Menurut mereka layanan air bersih yang mereka terima sejak beberapa tahun terakhir ini buruk. "Kami sudah mengajukan permohonan untuk berpindah langganan, dan ini adalah akumulasi dari kekecewaan pelanggan yang tidak mendapatkan pelayanan dengan maksimal," kata Ketua RW 08, perumahan itu, Agustinus Fransantoso hari ini.

Pengajuan permohonan untuk pindah berlangganan air bersih ini, kata Agustinus, karena tidak ada alternatif lain. Air PDAM sudah tidak dapat digunakan lagi. "Kami terancam krisis air bersih," kata Agustinus.

Masalah air bersih telah dialami warga perumahan yang terdiri dari 1600 kepala keluarga atau 6000 jiwa ini sudah bertahun-tahun. Selain kerap mati, airnya keruh, berbau dan warnanya kehitaman sehingga tidak layak dikonsumsi baik untuk air minum mau pun cuci. Warga telah lama menyampaikan keluhan masalah air bersih kepada pengurus RW 08, satu-satunya ketua rukun warga di sana. "Kami sudah bertahun-tahun mengalami masalah air, sampai kapan kami harus begini terus?" kata Agustinus.

PDAM, kata Agustinus, tidak  pernah memberitahu pelanggan jika berhenti memasok air selama berjam-jam dalam sehari. "Kalau pun airnya mengalir tidak mencukupi kebutuhan sehari karena air yang keluar dari kran rumah warga dalam bentuk tetesan." 

Pasokan air bersih yang minim sangat merepotkan Lena, pemilik warung makanan dan usaha catering  di kompleks itu. "Kalau mengalir, kami begadang untuk menampung air." 

Ada pula warga yang tak pernah mendapat pasokan air sejak 1994. Bambang Harynono, warga RT 02, membayar iuran tiap bulan sebesar Rp 30 ribu. "Meski tidak dapat air, tapi bayar terus." 

Warga perumahan yang hanya berjarak 200 meter dari Bandara Soekarno Hatta itu pernah mengajukan permohonan pemindahan instalasi dari PDAM Tirta Kerta Raharja ke PDAM Tirta Benteng pada April 2008. Namun, tidak ada kelanjutannya. 

JONIANSYAH