foto

TEMPO/Subekti

Kepanikan Picu Kelangkaan BBM

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pertamina mencatat tingkat konsumsi dan distribusi untuk Bahan Bakar Minyak bersubsidi jenis premium naik hingga sebesar 8 persen dari tingkat normal. Hal tersebut diduga karena kepanikan warga akibat kabar akan adanya kenaikan harga BBM subsidi.

"Daily outputnya naik sampai 8 persen dari angka normal yang dalam sehari mencapai 65 ribu Kiloliter," ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (persero), Mochamad Harun, Kamis (09/03). Akibat kepanikan masyarakat pun membeli dalam jumlah yang tinggi, sehingga Pertamina sempat kewalahan dalam memasok BBM ke daerah."Kita pasok berapa banyakpun akan habis kalau konsumsinya seperti itu,".

Setelah pemerintah memberikan jaminan tidak akan ada kenaikan harga BBM, Pertamina juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan aksi yang berlebihan dalam mengkonsumsi BBM. Pertamina juga telah mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM di beberapa daerah seperti Pontianak,Bukit Tinggi, Jambi, Bengkulu, Riau dan Pekanbaru.

Pasokan BBM untuk wilayah Pontianak telah ditambah dengan masuknya muatan dari kapal MT Serena II yang membawa Premium sebanyak 2.500 kiloliter dan Minyak Solar sebanyak 1.193 kiloliter. Pasokan di Bukit Tinggi untuk sementara akan diprioritaskan di daerah perbatasan,seperti Kabupaten 50 Kota, Kota Payakumbuh-Bukittinggi, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya.

Soal gangguan di Jambi dan Bengkulu terjadi karena keterlambatan kapal Soechi V cargo yang membawa Premium seribu kiloliter dan Solar 700 kiloliter. Kapal tersebut direncanakan tiba pada Selasa lalu, namun karena kondisi cuaca sedang badai kapal tertahan.

Kondisi di Riau kini juga semakin normal, beberapa SPBU disebut masih memiliki stok yang sangat cukup sehingga merasa belum perlu dilakukan penambahan pasokan.
"Untuk tambahan pasokan, rencananya akan tiba tanker Towo Aryo pada hari ini dengan muatan Solar 1.600 kiloliter dan Soechi Chemical pada besok dengan muatan Premium 900 kiloliter," jelasnya.

GUSTIDHA BUDIARTIE