National Basketball League (NBL). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Topik
Lolos ke Final, CLS Knights Targetkan Juara
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim basket Nuvo CLS Knight Surabaya berhasil lolos ke babak final Liga Basket Nasional (NBL). Pertandingan puncak kompetisi NBL itu akan digelar di DBL Arena, Surabaya, Minggu (13/3). Tim yang akan menjadi lawannya nanti yaitu pemenang antara Satria Muda Britama Jakarta dan Dell Aspac Jakarta. Dua tim yang selama ini menjadi musuh bebuyutan itu akan beradu kekuatan memperebutkan tiket final, Jumat (11/3) pukul 19.00 WIB.
”Kami sudah masuk final, berikutnya target kami adalah juara. Kami optimististis karena kami cukup disiplin dalam defense dan sangat menghargai kekompakan tim sehingga pergantian peran dalam pertandingan bisa lancar dilakukan," kata Risdianto, Asisten Pelatih CLS Knights seperti dilansir laman NBL, Kamis (10/3).
Menjelang pertandingan final, Risdianto mengaku akan mempersiapkan timnya dengan baik. "Latihan dan terus meningkatkan disiplin," katanya. Menurutnya penampilan timnya akan tetap bagus dan bisa menghadapi tim manapun apabila performa pemainnya dijaga. "Tunggu saja kejutan yang bisa terjadi.”
Langkah CLS Knights ke final merupakan sejarah baru bagi tim asal Suarabaya tersebut. Pasalnya, sejak mengikuti liga basket Indonesia ini digelar pertama kali tahun 1982 masih dengan nama Kobatama, CLS Knights belum pernah sampai babak final. Namun, kali ini secara mengejutkan bisa menumbangkan juara babak reguler, Pelita Jaya Esia Jakarta, 68-53 pada pertandingan babak semifinal di DBL Arena, Surabaya, Kamis siang.
Sandy Febiansyakh menjadi pemain penyumbang poin terbanyak untuk CLS Knights, dengan 19 poin dan empat rebound. Penyumbang angka terbanyak kedua diraih Wijaya Saputra dengan sembilan poin, empat rebound dan dua asist. Sedangkan, di kubu Pelita Jaya, top skorer dipegang Ary Chandra dengan 10 poin, lima rebound dan satu asist.
Sandy cs langsung panas sejak kuarter pertama. Poin demi poin dengan mudah mereka dapatkan sehingga di akhir kuarter satu, CLS langsung unggul jauh, 23-13. Di kuarter kedua, pengumpulan poin CLS tetap lebih unggul sehingga mereka berhasil memperlebar selisih angka menjadi 41-25.
Memasuki babak kedua, anak asuhan pelatih senior Rastafari Horongbala ini mencoba mengejar ketertinggalan. Tapi, usaha mereka belum membuahkan hasil memuaskan. Selama sepuluh menit pertama di babak kedua, mereka bahkan hanya bisa menambah lima poin sedangkan CLS mampu menambah 17 poin.
Sisa waktu sepuluh menit terakhir, Ary dan rekan-rekannya lebih mengusai pertandingan sehingga mereka berhasil menambah 23 poin jauh dibandingkan pemain CLS yang hanya bisa mendapatkan 10 poin. Meskipun unggul di kuarter akhir, namun Pelita Jaya tidak mampu mengejar ketertinggalannya. Hingga peluit wasit mengakhiri pertandingan dengan skor akhir 68-53 untuk kemenangan CLS.
Menanngapi kekalahannya, Rastafari, mengakui timnya bermain kurang memuaskan. Menurutnya, Pelita Jaya seharusnya bisa bermain imbang di awal pertandingan. Kekalahan start menjadi salah satu penyebabnya. "Pemain tidak bisa menembak dengan bagus. Kekalahan ini juga karena belum ada mental juara pada setiap diri pemain," katanya.
Rastafari menilai permainan yang disuguhkan CLS begitu hidup sehingga pemainnya keteteran. Bahkan, ia mengaku di semua sisi timnya kalah. Adanya dukungan penuh dari suporter CLS yang bermain di kandang, menurut pelatih nasional Indonesia ini juga berpengaruh terhadap mental pemainnya.
Apabila CLS Knights mampu mempertahankan penampilannya seperti saat menghadapi Pelita Jaya, dan semakin menguatkan pertahanannya, Rastafari melihat tim asal Surabaya itu bisa keluar sebagai juara NBL musim ini. "Untuk final, saya berani pegang CLS asal mereka bisa mempertahankan performanya dan rajin defense," katanya.
RINA WIDIASTUTI





