foto

TEMPO/Rohman Taufiq

Rumah Detensi Kalideres Perketat Penjagaan  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat memperketat penjagaan dan pengawasan untuk mencegah terulangnya peristiwa tewasnya penghuni. "Terutama pada pemeriksaan pembesuk dan barang yang dibawa," kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Saffar M. Godam hari ini.

Jam besuk penghuni dibatasi. Pembesuk hanya bisa menjenguk penghuni rumah detensi pada jam kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00. "Tidak boleh lagi ada pembesuk di luar jam itu. Apalagi pembesuk di malam hari," katanya. Waktu besuk hanya ada pada Senin hingga Jumat.

Setiap barang bawaan pembesuk akan diperiksa lebih ketat. "Makanan dan minuman diperiksa jangan sampai ada yang berbahaya atau mengandung alkohol."

Rencananya, rumah detensi itu akan menambah petugas jaga perempuan yang khusus untuk menggeledah tubuh pembesuk perempuan. Saffar mengakui, kelemahan Rumah Detensi Kalideres adalah seluruh petugas jaga adalah lelaki. Sedangkan pembesuk 90 persen perempuan. Akibatnya, petugas jaga tidak bisa menggeledah tubuh pembesuk dan hanya bisa menggeledah barang bawaan.
Padahal tanpa pengeledahan badan, pemeriksaan untuk pencegahan masuknya barang-barang yang berbahaya tidak akan optimal. Pembesuk bisa menyelipkan sesuatu yang berbahaya di tubuh mereka.

Ahad dini hari pekan lalu, Majit Singh, 37, warga negara India, dan Alexander Sharin, 37 dari Rusia, tewas setelah menegak minuman sejenis sirup yang diduga dicampur dengan cairan kimia tertentu. Minuman maut itu adalah milik Alexander yang sebelumnya memang membeli sirup warna merah. Ia mencampur sirup itu dengan cairan yang berada dalam sebuah botol minuman teh. Alexander membagikan minumannya ke teman-teman satu ruangannya yaitu Majit dan Amir.

Amir, warga negara Brunei menolak, tapi Majit menerimanya. Mereka berdua minum cairan oplosan itu bersama-sama. Tidak lama kemudian mereka kejang dan tidak bisa diselamatkan. Dari kesaksian petugas dan teman korban, Alexander memperoleh cairan dalam botol minuman teh itu dari WR, 40. seorang perempuan yang menjenguknya.

Saat ini ada sekitar 97 orang warga negara asing yang menjadi penghuni Rumah Detensi Imigrasi Kalideres. Penjagaan dilakukan 20 petugas keamanan yang menjaga secara bergiliran.

AGUNG SEDAYU