Para anak pengungsi letusan gunung Merapi bermain-main di barak penampungan Stadion Maguwoharjo, Sleman. TEMPO/Arif Wibowo
Topik
Baru Sebagian Pengungsi Merapi Menghuni Shelter
TEMPO Interaktif, Sleman -Baru sebagian kecil pengungsi lereng Merapi yang bersedia menempati shelter atau hunian sementara. Dari 2213 unit shelter yang selesai dibangun dari rencana 2613 unit hingga saat ini baru 848 unit yang telah berpenghuni. Ini disebabkan rusaknya akses jalan masuk menuju lokasi akibat hujan deras. "Sebab lainnya, karena warga ingin pindah bersama-sama." ujar Bupati Sleman Sri Purnomo, Ahad 13 Maret.
Permasalahan lainnya, ketersediaan air bersih dan drainase. Kebutuhan air bersih bagi para pengungsi, setiap hari masih dipasok pemerintah dan Palang Merah Indonesia. Setiap hari di dropping sebanyak 70 tangki ke bak-bak penampungan. Saat ini pemerintah masih menprioritaskan masalah drainase dan pembangunan jalan lebih dulu, agar air tidak menggenangi lokasi shelter.
Para pengungsi yang telah menempati shelter, sudah mulai menata hidup mereka kembali dan mulai kerasan. Bahkan, mereka meminta pemerintah supaya lokasi shelter itu bisa dibangun secara permanen. Sebab, sebagian pengungsi sudah tak menginginkan lagi menghuni wilayah yang terkena erupsi Merapi 2010, karena masuk dalam kawasan rawan bencana III yang paling dekat dengan gunung.
“Kalau wilayah kami di Kinahrejo, warga sudah pesimis untuk menempati kembali lahan mereka, sebab kondisinya saa ini tidak memungkinkan kami kembali ke tempat semula,” kata Ramijo, kepala Dukuh Kinahrejo, Umbulharjo, Sleman.
Pengungsi yang menempati shelter Plosokerep itu adalah warga yang berasal dari Kinahrejo, Pelemsari dan Ngrangkah. Mereka menunggu kepastian relokasi warga yang memang kampungnya sudah tidak bisa lagi dihuni karena bahaya. Sehingga warga itu rela jika pemerintah akan merelokasi mereka.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X pada saat penyerahan shelter yang dibangun oleh Jenggala di Plosokerep, Sabtu 12 Maret lalu menyatakan akan mengajak dialog dengan para pengungsi soal relokasi ini, akhir Maret. Saat ini diprioritaskan semua pengungsi bisa tinggal di shelter, setelah tenang, baru akan ada dialog soal relokasi.
Hingga saat ini, shelter yang sudah dihuni sebanyak 307 unit di Plosokerep, 130 unit di Kuwang, 26 unit di Ketingan, 222 di Banjarsari dan 189 unit di Gondang I.
MUH SYAIFULLAH





