foto

topnews.in

Stabilkan Yen, BoJ Intervensi 7 Triliun

TEMPO Interaktif, Tokyo — Mata uang Yen berhasil melemah tajam diperdagangan Tokyo setelah para pejabat pemerintah mengancam akan melakukan intervensi untuk meredam penguatan yang terlalu cepat.

Bank of Japan (BoJ) mengambil langkah untuk menyuntik likuiditas dipasar setelah harga saham di bursa Tokyo merosot tajam pasca gempa bumi 9 skala Richter yang disertai Tsunami Jumat (11/3) lalu.

BoJ mengatakan akan menyuntikkan dana 7 triliun yen (US$ 85,5 miliar) kedalam sistem finansialnya untuk menopang pasar pasca terjadinya gempa yang cukup dahsyat di Miyagi. “Bank sentral akan melakukan yang terbaik untuk terus mamastikan stabilitas dipasar keuangan dan mengamankan penyelesaian dana, termsuk menyediakan likuiditas,” dalam situsnya.

Pengumuman ini dahului dengan pertemuan dewan bank sentral Jepang yang berlangsung hari ini. Suntikan likuiditas ke pasar senilai 7 triliun yen ini merupakan operasi valuta harian terbesar sejak Mei tahun lalu ketika zona Eropa dilanda krisis utang.
.
Mata uang yen sempat melanjutkan penguatan hingga ke 80,6 per dolar AS dpembukaan perdagangannya pasar Tokyo. Setelah terjadi gempa dan Tsunami mencuatkan ekspektasi bahwa perusahaan asuransi dan perusahaan Jepang lainnya akan melakukan repatriasi (memulangkan) dananya dari luar luar negeri membuat yen sempat menguat tajam.

“Tingginya permintaan terhadap yen membuat mata uang Negeri Matahari Terbit terapresiasi sehingga bursa Tokyo merosot tajam hari ini,” kata seorang analis.

Hingga pukul 14:40 WIB, yen sudah kembali melemah dan berada di level 82,136 per dolar AS dari posisi di 80,6 per dolar AS, level terkuatnya sejak 9 November lalu.

Terhadap euro yen juga melemah 0,35 poin ditransaksikan dilevel 114,35, terhadap dolar melemah 0,44 poin menjadi 82,12, dan terhadap poundsterling juga melemah 0,30 poin menjadi 131,68.

Kepala strategi pasar valuta Westpac, Robert Rennie mengemukakan, yen sempat menguat tajam karena adanya arus repatriasi, maka bank sentral Jepang harus berintda cepat untuk meredam apresiasi mata uang Jepang. Jepang memiliki aset diluar negeri cukup besar dan sangat mudah untuk dicairkan. “Agar tidak memperparah perekonomian Jepang yang diguncang oleh gempa dan Tsunami, maka pemerintah harus menjaga penguatan yen,” paparnya.

MARKETWATCH/VIVA B. K