foto

Kepingan Logam Mulia seberat 100 gram dan 50 gram di Jakarta (14/8). Setelah nilai tukar dolar melemah, harga perdagangan emas dunia naik sekitar 0,4%-0,8%, emas batangan dipasaran Rp. 314.000 atau naik seribu rupiah dari hari sebelumnya. TEMPO/Arif

Ancaman Inflasi Dorong Penjualan Keping Emas

TEMPO Interaktif, Kediri - Ancaman inflasi yang terjadi sejak satu bulan terakhir memancing masyarakat Kediri untuk membeli keping emas. Jumlah pembelian emas di Kantor Pegadaian meningkat meski harga logam mulia itu terus melambung.

Pimpinan Kantor Pegadaian Kediri Sucipto Hadi Prayitno mengatakan permintaan keping emas meningkat sejak dua bulan terakhir, dan diperkirakan terus meningkat seiring ancaman inflasi. “Transaksi emas kami naik tajam,” kata Hadi kepada Tempo, Senin (14/3).

Jumlah transaksi logam mulia pada Februari di Pegadaian Kediri tercatat 49 gram dengan nilai Rp 20 juta. Sedangkan awal Maret hingga hari ini Pegadaian Kediri melepas 60 gram emas dengan nilai transaksi sekitar Rp 25 juta.

Fenomena ini cukup menarik mengingat harga emas terus naik. Hari ini harga emas logam mulia dipatok Rp 418.500 per gram. Harga ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya Rp 410.810 per gram, Rp 349.800 pada 2009, Rp 295.836 pada 2008, Rp 235.733 pada 2007, Rp 192.000 pada 2006, dan Rp 153.306 pada 2005.

Ketertarikan masyarakat untuk membeli keping emas ini lebih dikarenakan faktor inflasi yang tengah terjadi di Indonesia. Masyarakat cenderung berinvestasi pada benda yang memiliki nilai ekonomi stabil dan cenderung naik dibandingkan menyimpan uang di bank.

Frida Nurma Zahnia, ibu rumah tangga, mengaku membeli perhiasan emas saat harga logam ini melambung. Dia mengaku membelanjakan uang tabungannya untuk membeli kalung dan gelang, dengan mengurangi jumlah tabungan di bank. “Emas kan bisa dijual sewaktu-waktu dan harganya terus naik,” ujar dia.

HARI TRI WASONO