foto

Polisi anti huru hara Bahrain menangkap seorang demonstran di Bundaran Pearl, Manama, Bahrain (19/2). AP/Hasan Jamali

Seribu Tentara Arab Dikabarkan Masuki Bahrain

TEMPO Interaktif, Riyadh - Sekitar 1.000 tentara Arab Saudi memasuki Bahrain Senin pagi untuk melindungi fasilitas-fasilitas pemerintahan menyusul kerusuhan di Bahrain yang berpenduduk mayoritas Syiah.

"Sekitar 1.000 tentara Saudi telah masuk Bahrain pada Senin pagi melalui pematang menuju Bahrain," ujar sumber Reuters. "Mereka merupakan bagian dari pasukan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang akan melindungi instalasi-instalasi pemerintahan."

Sebelumnya, kelompok oposisi Bahrain yang mayoritas Syiah menyatakan rencana negara-negara Teluk mengirim pasukan mereka ke Bahrain merupakan ''pernyataan perang''.

Kelompok penguasa di Bahrain yang merupakan minoritas Sunni meminta bantuan pasukan dari negara-negara tetangga mereka untuk meredam unjuk rasa yang dilakukan kelompok oposisi. Permintaan bantuan tersebut terjadi setelah para demonstran jumlahnya melebihi polisi Bahrain.

Nabeel al-Hamer, mantan Menteri Informasi dan penasihat pengadilan kerajaan, mengatakan dalam akun Twitter miliknya bahwa tentara-tentara dari negara-negara tetangga sudah berada di Bahrain.

Para analis dan diplomat menduga kontingen terbesar dari GCC berasal dari Arab Saudi. "Pasukan dari Dewan Kerja Sama Teluk telah tiba di Bahrain untuk menciptakan ketertiban dan keamanan," ujar al-Hamer.

Para pejabat Arab Saudi menolak berkomentar mengenai itu.

Kelompok oposisi Bahrain termasuk dari Partai Wefaq menilai intervensi dari pasukan Teluk ke Bahrain merupakan ''pernyataan perang dan sebuah penjajahan''.

REUTERS| KODRAT