foto

TEMPO/Gunawan Wicaksono

28 Warga Garut Terserang Chikungunya  

TEMPO Interaktif, Garut  - Penyakit chikungunya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mewabah. Sedikitnya sebanyak 28 warga Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, terserang chikungunya. Dari jumlah itu, sebanyak 16 penderita warga dari Kampung Balong, dan 12 penderita warga Kampung Nangka Bongkok.


Salah seorang penderita, Dedeh Kurniasih, 42 tahun, warga Kampung Balong, menyatakan, penyakit ini mulai menyerang warga pada awal Maret. Jumlah penderita terus bertambah. Bahkan dalam satu rumah terdapat dua sampai tiga orang ang menderita sakit.

Gejala klinis para penderita pada umumnya mengalami demam, mual, pusing, sakit persendian dan susah berjalan. Mereka mengalami sakit setelah digigit nyamuk berwarna hijau. “Awalnya saya mengira hanya masuk angin biasa, tapi selama tiga hari seperti yang lumpuh. Setelah dibawa ke puskesmas katanya chikungunya,” ujarnya, ditemui di rumahnya, Senin (14/3).

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Dede Rochmansyah, menyatakan penyakit chikungunya di daerahnya ini dinyatakan sebagai kejadian luar biasa. Alasannya, penyakit ini menyerang warga secara serentak dalam waktu yang hampir bersamaan.

Karenanya, untuk mencengah meluasnya penyakit ini, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan observasi. “Kami tengah melakukan investigasi dan memberikan pengobatan terhadap warga, kemungkinan jumlah penderita masih akan bertambah,” ujar Dede.

Dede, menambahkan, munculnya penyakit chikungunya ini diduga diakibatkan oleh kondisi lingkungan warga yang tidak memperhatikan pola hidup sehat dan bersih. Karena itu, untuk mencengah meluasnya penyakit ini, Dinas Kesehatan berencana melakukan fogging di rumah warga untuk membersihkan jentik nyamuk Aedes Aegepty.

 

Sigit Zulmunir