Topik
Produksi Gula dan Tembakau PTPN II Merosot
TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara II Bataramuda Nasution, mengatakan penurunan penjualan untuk tembakau karena permintaan dari pasar Eropa untuk bahan cerutu berkurang. "Aturan larangan merokok di sejumlah negara di Eropa sangat berpengaruh terhadap penurunan angka penjualan," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi Keuangan, hari ini.
Tahun lalu, dari sebanyak 1.500 bal tembakau dilelang ke pasar hanya 700 bal terjual. "Tembakau tidak lagi menguntungkan," katanya.
Senasib dengan tembakau, produksi gula di wilayah itu juga menurun. Data PTPN menyebutkan, produksi gula pada 2006 sebanyak 49,4 ton, turun pada 2010 menjadi 28,5 ton.
Penyebab menurunnya produksi gula karena lahan yang dimanfaatkan tidak maksimal. Dari total luas lahan 12 ribu hektar milik PTPN, hanya 7 ribu hektar yang bisa ditanam.
"Kuantum penjualan dari 49,4 ton pada 2006, turun menjadi 27,2 ton pada 2010," katanya.
Selain Bataramuda, hadir Direktur PTPN III Amri Siregar, Direktur PTPN IV Dahlan Harahap, dan Direktur PTPN V Fauzi Yusuf. Tiga direktur PTPN lainnya menyampaikan hasil tanaman terus meningkat setiap tahunnya.
Fauzi menjelaskan, jumlah keseluruhan penjualan sawit pada 2006 sebesar 1,5 triliun, meningkat pada 3,6 triliun pada 2010. "Kami targetkan 2011 penjualan naik sampai 4,9 triliun," katanya.
Wakil Ketua Komisi Keuangan Achsanul Qosasi mengatakan PTPN II setiap tahun bermasalah dengan anggaran pembiayaan. Sebab, badan usaha milik negara (BUMN) yang membawahi wilayah Kota Medan itu, memiliki utang sebesar Rp 64 miliar sejak 2006. "Hasil tanamannya setiap tahun hanya digunakan untuk mencicil utang tersebut," katanya.
Achsanul menilai, PTPN II sulit maju karena sebagian lahannya tidak bisa ditanami karena berada di tengah-tengah kota. Dia mengusulkan lahan yang tidak bisa digarap seluas 7 ribu hektar itu dialihkan ke bisnis lain.
"Tidak masalah dilihkan selain pertanian, nanti kami yang fasilitasi dengan pemerintah supaya bisa produktif," katanya.
HAMLUDDIN





