Topik
Supreme Energy Eksplorasi Geotermal
TEMPO Interaktif, Jakarta - Supreme Energy menyiapkan dana US$ 200 juta atau sekitar Rp 1,75 triliun untuk mengeksplorasi tiga wilayah kerja pertambangan (WKP) geotermal.
"Saya harap sekitar April atau Mei bisa ditandatangani kontraknya," ujar Direktur Utama Supreme Energy Supramu Santosa kemarin.
Dua wilayah kerja itu terletak di Liki Pinawangan, Muaralabo, Sumatera Barat, dan Gunung Rajabasa, Lampung. Untuk menggarap dua WKP ini, Supreme Energy menggandeng Sumitomo dan GDP-Suez.
Harga negosiasi ditetapkan sebesar 9,4 sen untuk proyek Sumatera Barat dan 9,5 sen untuk proyek Lampung. Untuk setiap sumur, Supreme memperkirakan butuh dana eksplorasi US$ 6-7 juta, dengan nilai investasi per lokasi US$ 650 juta. Tahap eksplorasi akan memakan waktu 1,5-2 tahun.
Supreme menargetkan proyek Liki Pinawangan dan Gunung Rajabasa, yang berkapasitas 440 megawatt (MW), dapat beroperasi pada akhir 2014 atau 2015. Pengoperasian sumur geotermal ini termasuk dalam program PLN membangun 10 ribu MW listrik tahap kedua, di mana 40 persennya berasal dari energi terbarukan.
Selain dua WKP tersebut, Supreme Energy memiliki satu WKP di Rantau Dedap, Sumatera Selatan, yang proses negosiasinya belum selesai. Pemerintah menyatakan perjanjian pengembangan energi panas bumi akan kembali ditandatangani pada April mendatang.
Hal ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan pembangunan enam proyek geotermal antara PLN dan dua pengembang pekan lalu. "Jumlahnya lebih signifikan. Kapasitasnya lebih banyak dan lebih besar dari perjanjian kemarin," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Luluk Sumiarso.
DWITA ANGGIARIA





