foto

ANTARA

Investor Cina Garap Proyek Pembangkit Listrik

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan mengatakan, investor asal Cina akan menangani sejumlah proyek pembangkit listrik baru. "Kami sudah siapkan prosedur pembangunan proyek tersebut," kata Dahlan, setelah rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu (16/3).

Proyek baru itu antara lain, pembangkit listrik di Riau dan Kalimantan Timur. Namun, Dahlan tidak menyebut nilai investasi proyek. Prosedur dibuat, kata Dahlan, untuk memperketat keterlibatan investor asing agar tidak mendikte pemerintah. "Hak kita memperketat peraturan terkait investasi asing," ujarnya.

Selain Cina, PT Antam Tbk juga akan membangun pembangkit listrik di Halmahera, Maluku Utara dengan investasi Rp 3-Rp 4 triliun. Pembangkit itu bakal menjadi yang terbesar di Indonesia. Pada pembangkit tersebut akan dibangun kabel listrik bawah laut yang terintegrasi dari Halmahera, Ternate dan Tidore.

Adapun tender proyek kabel bawah laut dan di atas laut untuk Jawa dan Bali sudah kelar. "Akhir tahun mulai dikerjakan," kata Dahlan. Proyek tersebut dilengkapi menara setinggi 376 meter di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur.

Tahun ini PLN memastikan gangguan listrik pelanggan bakal berkurang. Rasio mati lampu untuk pelanggan di wilayah Jawa dikurang menjadi sebanyak 9 kali per pelanggan per tahun, dan di luar Pulau Jawa sebanyak 15 kali per pelanggan per tahun.

HAMLUDDIN