TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
3 Opsi Pembatasan BBM Bukan Solusi Jangka Panjang
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tiga opsi pembatasan BBM hasil kajian Tim Akademisi pembatasan BBM dinilai bukan sebagai solusi jangka panjang. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S Alisjahbana menyatakan, jika Indonesia ingin bebas dari krisis energi, pemerintah harus mengembangkan energi terbarukan seperti gas.
Membahas minyak, menurut dia, sama saja dengan membahas dua sisi mata pedang. Di satu sisi harga minyak naik dan berarti pendapatan negara bakal naik seiring produksi minyak, tapi juga ada sisi impor yang membebani pendapatan negara.
Menurut Armida, apapun keputusan yang akhirnya disepakati pemerintah, menaikkan harga atau menambah subsidi, hanya alternatif jangka pendek. "Di balik itu ada permasalahan besar yang harus diatasi yaitu mewujudkan ketahanan energi," ujarnya.
Selama ini pemerintah sudah mengalokasikan subsidi yang sangat besar untuk trasnportasi, baik transportasi massa atau transportasi pribadi. Dulu pemerintah berhasil mengatasi bengkaknya subsidi untuk minyak tanah.
"Sekarang pemerintah dihadapkan pada pengalokasian subsidi yang tepat sasaran untuk sektor transportasi."
Kementeriannya juga melihat hal yang harus segera dilakukan adalah mencari sumber energi baru untuk mewujudkan ketahanan energi nasional. "Jika lain kali harga minyak naik lagi, kita tidak akan khawatir. Menaikkan harga atau menambah subsidi bukanlah solusi dalam mewujudkan ketahanan energi," katanya.
Solusi yang pas, menurut dia, adalah segera mengembangkan penggunaan energi alternatif yang bisa digunakan untuk sektor transportasi. Untuk hal ini, Bappenas mendorong pengembangan bahan bakar gas untuk transportasi dan pengembangan transportasi publik untuk kota-kota metropolitan.
Pengembangan bahan bakar gas (BBG) untuk transportasi bisa meniru yang dilakukan India. Negara ini terbukti mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM). "Kita bisa belajar dari sana."
Hanya saja, pengembangan penggunaan BBG untuk transportasi masih terkendala pada keterseidaan infrastruktur. Di Indoensia, sumber BBG lebih banyak tersebar di berbagai daerah di luar Jawa dan wilayah kepulauan.
Keterbatasan infrastruktur untuk mengangkut BBG ke Pulau Jawalah yang justru menjadi kendala pengembangan penggunaan energi ini. "Bagimana pembiayaan dan mekanismenya itulah yang kini sedang kita susun," tuturnya.
IRA GUSLINA





