foto

Para pengungsi di kamp pengungsi UNHCR di Ras Ajdir, Tunisia (2/3). Diperkirakan ribuan pengungsi akan datang, menyusul 140 ribu lebih pengungsi yang telah lebih dulu tiba di kamp. AP/Benjamin Girette

Masih 38 Warga Indonesia di Libya  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mayoritas warga negara Indonesia di Libya dinyatakan aman. Militer Amerika Serikat dan Inggris mulai memborbardir Libya untuk mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Sebagian besar WNI yang semula di Libya aman. Kalau tidak salah, sejumlah 837 WNI sudah dievakuasi sebelum ini,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene melalui telepon, Senin (21/3).

Michael menjelaskan, statistik terakhir mencatat ada sekitar 875 WNI yang tinggal di Libya. Sejumlah 837 orang di antaranya dipulangkan ke tanahair, pasca-kerusuhan sipil menuntut turunnya Presiden Moammar Qaddafi, akhir Februari 2011. Mereka dievakuasi baik menggunakan jalur darat, yakni melewati perbatasan Mesir dan Tunisia, maupun jalur udara.

Adapun sisanya, sekitar 38 orang WNI, memilih tinggal. “Yang tetap tinggal di sana memang pada waktu itu dengan sejumlah alasan tidak mau memanfaatkan tawaran evakuasi pemerintah. Kami tidak bisa memaksa,” kata dia.

Kementerian, kata Michael, terus berusaha memantau kondisi di Libya, melalui Kedutaan Besar Indonesia di negara tersebut. Namun, Michael mengakui, komunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Libya tersendat pasca-serangan Sekutu ke negara Afrika tersebut.

Ia sendiri menghimbau puluhan WNI yang masih tinggal di Libya untuk mengungsi ke kantor kedutaan  jika memang situasi semakin mencekam. “Kalau memang diperlukan, kami tentu siap membantu,” ujarnya.

Isma Savitri