Diduga Pesta Seks Dalam Mobil, Pajero Terjun dari Tol

Diduga Pesta Seks Dalam Mobil, Pajero Terjun dari Tol

cop15post.com

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dini hari sekitar pukul 00.30 tadi, satu mobil Pajero berwarna hitam bernomor polisi B 11 HMB terjun dari KM 24 Tol Priok-Grogol. Mobil ringsek, dua tewas dan lima remaja putri usia 16-17 tahun luka parah.

Pengendara sekaligus pemilik mobil Hamed Bahrun (51), warga Jalan Petamburan V RT 014/ RW 5, Jakarta Barat, langsung meninggal di tempat. Sedang Abubakar (39), warga Jalan KS Tubun Raya RT 7/ RW 09, Jakarta Barat, tidak berhasil diselamatkan saat ditangani Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. "Diduga pengemudinya mabuk," kata Kepala Seksi Humas Kepolisian Sektor Metropolitan Penjaringan Ajun Komisaris Teddy Hartanto, Selasa (22/3).

Menurut Teddy, ketika melintas di salah satu belokan di atas jembatan layang tol dari arah Pluit menuju Grogol, mobil kehilangan kendali karena ban kiri depan pecah dalam kecepatan tinggi. Pajero tersebut langsung menerjang pagar pembatas tepi tol dan terjun dari ketinggian 10 meter.

Dugaan sementara, lanjut Teddy, ketujuh orang ini baru berpesta. Semuanya dalam pengaruh minuman dan ditemukan obat kuat di dalam mobil. Polisi belum menyelidiki kemungkinan prostitusi bawah umur dengan adanya lima remaja tersebut. Tetapi dua penumpang (Abubakar dan satu remaja perempuan) ditemukan hanya menggunakan celana dalam. "Kemungkinan baru selesai berhubungan seksual," katanya.

Staf humas Rumah Sakit Atmajaya, Ningsih, mengatakan tiga dari lima remaja tersebut mulai pulih. Dua masih cidera parah. "Belum bisa keluar hari ini," katanya.

Cidera paling parah dialami SW (17) yang kaki kiri bagian pahanya patah dan siku tangan kanannya luka. Selain itu juga ada LP (17), FS (16), ML (17), dan AA (17). Kelimanya merupakan warga Tambora dan Taman Sari, Jakarta Barat.

Kepala Unit Patroli Jalan Raya 2 Tol Cawang-Tanjung Priok Ajun Komisaris Tri Waluyo menyanggah area dalam tol sering dijadikan alternatif tempat berhubungan intim. "Setahun lalu tempat-tempat peristirahatan ditutup tetapi bukan karena dijadikan tempat kencan, melainkan karena sering dipakai truk parkir,"katanya.

ARYANI KRISTANTI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X