foto

TEMPO/Budi Purwanto

Produksi Tembakau Pamekasan Tahun 2011 Bakal Habis Diserap Pabrik Rokok

TEMPO Interaktif, SUMENEP - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Bambang Edy Suprapto, optmistis seluruh produksi tembakau petani di daerah itu pada musim tanam tahun ini akan habis dibeli oleh pabrik rokok.

Sikap optimistis Bambang dikemukakan setelah tim Disperindag Pamekasan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pabrik rokok besar di Jawa Timur dan Jawa Tengan, seperti PT HM Sampoerna, PT Djarum, dan PT Sukun.

"Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dalam kunjungan kerja tersebut, tahun 2011 ini jumlah pembelian tembakau oleh pabrik rokok mencapai 20 ribu ton," kata Bambang, Selasa (22/3).

Menurut Bambang, jumlah yang akan diserap pabrik rokok tersebut jauh lebih besar dibanding rata-rata produksi tembakau petani di Pamekasan.

Tahun 2010 lalu, misalnya, dari lahan seluas lebih dari 32 ribu hektare, bisa dihasilkan tembakau 16,8 ribu ton. Itupun karena pengaruh anomali cuaca, yakni musim penghujan yang panjang.

Pada musim panen tahun 2010 lalu, kwalitas tembakau Pamekasan berada pada grade terendah. Daun tembakau yang dihasilkan tidak lebar sebagaimana biasanya, sehingga produksi per hektare tidak maksimal.

Untuk tahun 2011, meskipun belum memasuki musim tanam, Bambang memprediksi jumlah produksi tembakau di Pamekasan minimal bisa sama dengan produksi tahun 2010. Bahkan diperkirakan lebih tinggi dengan harapan cuaca tidak seburuk tahun 2010. Sebab, tanaman tembakau membutuhkan musim kemarau yang panjang.

Dengan tingkat serapan pabrik rokok tahun 2011 yang cukup tinggi, Bambang yakin seluruh produksi tembakau dari Pamekasan akan habis terjual.

Dari perencanaan pembelian tembakau oleh pabrik rokok besar yang dikunjungi tim Disperindag Pamekasan dapat diketahui, PT Djarum membutuhkan 9 ribu ton. Ini merupakan jumlah terbanyak dibandingkan pabrik rokok lainnya.

Jumlah pembelian PT Djarum tersebut meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 8 ribu ton.

Seorang pengepul tembakau di Kecamatan Tlanakan, Rudi, menyambut baik tinggi tingkat serapan tembakau oleh pabrik rokok.

Rudi memaparkan, selain terjaminnya penjualan, perlu dilakukan penyederhaan grade atau kelas tembakau. Jika selama ini klasifikasi grade dari A sampai F, maka tahun ini perlu disederhanakan menjadi 4 grade saja. "Penyederhanaan grade diperlukan sehingga pengawasan kwalitas tembakau tidak seketat dulu," ujarnya.

Rudi belum bisa memastikan bagaimana kwalitas tembakau produksi tahun ini. Namun Rudi memastikan semua kelas kwalitas tembakau tetap akan dibeli pabrik rokok.

Di kalangan konsumen rokok, terjadi perubahan pola konsumsi rokok, terutama kalangan anak muda yang lebih menggemari rokok dengan kadar nikotin rendah. Kwalitas daun tembakau juga mempengaruhi tinggi rendahnya kadar nikotin.

”Daun tembakau yang sering terkena hujan, kadar nikotinnya rendah. Rokok dengan nikotin rendah punya pangsa tersendiri," tuturnya. Itu sebabnya, Rudi juga optimistis daun tembakau dengan kwalitas atau grade rendah pun tetap akan terjual. MUSTHOFA BISRI.