BUMN se-Jawa Timur Alokasikan Rp1 Miliar untuk Pasar Murah  

TEMPO Interaktif, Madiun - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) se-Jawa Timur mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) khusus untuk pasar murah mencapai Rp1 miliar lebih. Pasar murah di Jawa Timur diadakan di 17 kabupaten/kota, di antaranya di Kabupaten Madiun.

“Untuk di Madiun dikordinir Perum Perhutani melalui Perhutani KPH setempat,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Setyo Syailendra Putri, Rabu (23/3) di sela-sela pasar murah yang digelar di lapangan Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Dana CSR untuk pasar murah ini merupakan dana hibah. BUMN mensubsidi harga sembilan bahan pokok (sembako) yang dijual hingga 25 persen dari setiap harga barang. Dengan kata lain, harga barang lebih murah 25 persen daripada harga di pasaran.

Kegiatan pasar murah BUMN di Kabupaten Madiun sudah dua kali ini digelar. Pertama pada 16 Maret lalu di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, dan hari ini digelar di Desa Jatisari, Kecamatan Geger. “Pada pasar murah tahap pertama Perhutani mensubsidi hingga sekitar Rp29 juta dan yang tahap kedua sekarang sekitar Rp45,9 juta,” ujarnya.

Kepala Sub Seksi PHBM Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun Ridwan menambahkan, ada empat jenis barang yang dijual dalam pasar murah antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, dan mi instan. “Jumlah beras yang disediakan 4 ton, gula pasir 4 ton, minyak goreng 6.000 liter, mi instant 20.240 bungkus kemasan,” ujarnya.

Harga beras kemasan 5 kilogram dijual Rp22.500, gula pasir kemasan 2 kilogram dijual Rp15 ribu, minyak goreng kemasan 1 liter dijual Rp10 ribu, dan mi instan kemasan 10 bungkus dijual Rp9 ribu.

“Memang pasar murah ini tidak bisa langsung menstabilkan harga sembako yang naik tapi paling tidak bisa meringankan beban masyarakat,” ujar Bupati Madiun Muhtarom.

Pasar murah ini disambut antusias masyarakat terutama ibu rumah tangga. “Lumayan harganya lebih murah dibanding harga di pasaran. Minyak goreng yang per 1 liternya Rp13 ribu di pasaran, di sini dijual Rp10 ribu,” ujar Sakiyem,  warga Desa Jatisari.

ISHOMUDDIN