Penerimaan Pajak Rp 108,1 Triliun

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro mengatakan penerimaan perpajakan sampai dengan akhir Februari 2011 mencapai Rp 108,1 triliun, capaian ini naik 12,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 90,7 triliun.

Sumbangan terbesar berasal dari penerimaan PPh Non Migas yang mencapai Rp 47,2 triliun atau 12,9 persen dari target APBN. Jumlah Ini meningkat 26,9 persen dibanding tahun 2010 lalu. “Ini menunjukkan membaiknya kondisi ekonomi naional tahun lalu dan realisasi tahun ini,” kata Bambang.

Peningkatan penerimaan PPh Non-Migas juga disumbangkan oleh penerimaan bea keluar minyak kepala sawit (Crued Palm Oil) yang sudah melebihi target APBN 2011 sebesar 100,8 persen, sebesar Rp. 5,1 triliun. Dengan tingginya harga CPO international diawal tahun 2011 yang rata-rata mencapai US$ 1.294,5 yang membuat tarif bea keluar mencapai 25 persen.

Penerimaan cukai hingga Februari lalu mencapai 13,4 triliun atau 21,3 persen dari target. Ini menunjukan peningkatan pencapaian dari tahun 2010 lalu yang sebesar Rp 12,5triliun.

Bambang mengatakan realisasi pendapatan negara dan hibah sampai dengan Februari 2011 mencapai Rp. 130 triliun atau 11,8 persen dari target APBN. Penerimaan ini mengalami peningkatan dibandingakan dengan periode yang sama tahun 2010 lalu yang sebesar 108,4 triliun atau 10,9 persen dari target.

Pendapatan pemerintah dan hibah yang diterima per Februari 2011 membuat APBN surplus Rp. 18,5 triliun, dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp. 10,5 triliun.

IQBAL MUHTAROM