TEMPO/Fahmi Ali
Topik
Panen Raya, Harga Beras di Purwokerto Tinggi
TEMPO Interaktif, Purwokerto - Petani di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, saat ini sedang merasakan tingginya harga jual gabah kering panen. Di tingkat petani, harga jual gabah bahkan sudah melampaui harga pembelian pemerintah.
“Beras lebih banyak yang terserap pasar dibandingkan ke Bulog,” pengusaha beras Banyumas, Eko Purwanto, Kamis (24/3).
Eko mengatakan, saat ini harga gabah kering panen mencapai Rp 2.700 perkilogram. Sedangkan pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 2.640 per kilogram. Kenaikan harga dimulai sejak awal Maret lalu.
Ia menambahkan, tingginya harga membuat penyerapan untuk stok Bulog menjadi turun. Hal itu disebabkan turunnya kontrak penyerapan yang dikeluarkan Bulog untuk para mitranya.
Tingginya harga gabah di tingkat petani, kata Eko, juga menyebabkan kenaikan harga beras di penggilingan. Harga beras di tingkat penggilingan kini sudah mencapai Rp 5.100, atau lebih tinggi dibandingkan harga pembelian pemerintah sebesar Rp 5.060.
Mustangin, mitra Bulog lainnya membenarkan adanya pengurangan kontrak penyerapan dari Bulog. Biasanya, kata dia, ia mendapat kontrak sebesar 160 ton namun kini hanya 60 ton saja. “Akibatnya, pasokan ke Bulog juga menjadi tersendat,” katanya.
Dihubungi terpisah, Humas Bulog Subdivre IV Banyumas, Muhammad Priyono membantah adanya ketersendatan penyerapan beras. “Penyerapan berjalan optimal, tidak ada masalah,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini Bulog setiap hari berhasil menyerap beras petani sebanyak 1000 ton perhari. Total beras yang sudah terserap Bulog saat ini sudah mencapai 22 ribu ton. “Kami optimis pada bulan Juli, sekitar 70 persen beras dari Prognosa yang ditetapkan bisa tercapai,” imbuhnya.
ARIS ANDRIANTO





