Medco Hentikan Sementara Eksplorasi Minyak Di Libya

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Medco Energi Tbk telah menghentikan sementara kegiatan operasi konsesi minyak di Area 47, Libya. Stabilitas keamanan Libya yang semakin mengkhawatirkan pasca invasi asing akan terus dievaluasi.

"Kegiatan operasi dihentikan sementara namun pekerjaan engineering dan studi geologi masih dilaksanakan seperti biasa," tulis Direktur Proyek Medco, Lukman Mahfoedz, dalam pesan pendek, hari ini (24/3).

Medco telah menanamkan investasi sebesar US 1,1 miliar untuk konsesi minyak di Libya. Eksplorasi Medco mengadakan kerjasama dengan Libya Invesment Authorithy (LIA) pada 2005. Perjanjian menggunakan skema kontrak exploration production sharing agreement atau EPSA IV.

Medco bersama LIA telah mengebor sedikitnya 26 sumur di area 47, yang terdiri dari 20 sumur eksplorasi dan 6 sumur cadangan dengan prediksi minyak sekitar 2,15 miliar barel. Berdasar perjanjian, Libya akan memperoleh minyak lebih banyak dengan mengikutsertakan perusahaan minyak lokal (National Oil Company atau NOC). Baik Medco, NOC, dan LIA terhitung dalam tahapan pembagian modal dan hasil.

"Libya sangat menghormati kontraktor minyak,"

Sebelumnya, Medco memastikan bahwa krisis di Libya tidak akan mempengaruhi kondisi dan iklim kerjasama perminyakan. Libya masih membutuhkan Kontrak Kerja Kerjasama (KKKS) dengan kontraktor perminyakan dari negara lain.

"Kepastian ini terlihat saat Libya menerapkan biaya konsesi 50 persen dari total biaya modal dan biaya operasi lebih banyak, yaitu 86,3 persen,"

Libya memasok lebih dari 80 persen produksi minyaknya ke negara-negara Eropa. Pasca konflik politik yang melanda Libya, sebagian besar perusahan minyak asing yang beroperasi di Libya, menghentikan kegiatan operasi di Libya.

DWITA ANGGIARIA