Kredit Usaha Rakyat (KUR). TEMPO/Prima Mulia
BRI Tambah Kucuran KUR Rp 1 Triliun
TEMPO Interaktif, Brebes - Bank Rakyat Indonesia menargetkan tambahan kucuran dana kredit usaha rakyat tahun ini hingga Rp 1 trilun bagi sejuta debitor baru. “Itu di luar program kredit lain yang dikeluarkan oleh BRI,” ujar Direktur Bank Rakyat Indonesia Sofyan Basyir, di sela acara Pesta Bazar Rakyat Bank Rakyat Indonesia di alun-alun Kabupten Brebes, hari ini.
Dengan tambahan KUR ini, diperkirakan kucuran kredit untuk sektor ini bakal mencapai Rp 9 triliun dengan jumlah debitor 3,8 juta orang. Saat ini porsi KUR di pedesaan mencapai 70 persen dari semua produk kredit yang dikeluarkan bank tersebut.
BRI saat ini memiliki 1 juta debitor di Jawa Tengah, cukup tinggi dibandingkan total debitor secara nasional yang mencapai empat juta orang. “Jumlah penerima KUR ini mampu mengurangi penganguran karena mempekerjakan orang lain,” ujar Sofyan.
Ia memperkirakan, jika rata-rata setiap pelaku usaha kecil mampu mempekerjakan empat orang, seluruh penerima KUR mampu mengurangi pengangguran hingga 16 juta orang.
Asisten Tiga Sekreatris Daerah Provinsi Jawa Tengah Triyadi menyatakan realisasi KUR hingga Januari lalu sebesar Rp 4,98 triliun telah dislaurkan kepada 949.970 debitur dengan rata-rata per debitur Rp 5,3 juta. Penyaluran terbesar dilakukan oleh BRI yang mencapai angka 80,78 persen dari nilai yang ada.
Namun Triyadi mengaku saat ini hambatan dalam menyalurkan KUR di wilayahnya meliputi tingginya suku bunga mikro kecil hingga 22 persen hingga sulitnya akses koperasi petani untuk mendapatkan KUR karena masih punya tunggakan Kredit Usaha Tani.
“Kondisi ini menjadikan masih ada anggapan pembiayaan KUR disektor agribisnis masih dianggap bersiko tinggi,” katanya.
EDI FAISOL





