foto

Anwar Ibrahim. TEMPO/Imam Sukamto

UMNO di Balik Beredarnya Video Mesum  

TEMPO.CO, Kuala Lumpur -  Pemimpin partai oposisi Malaysia, Parti Keadilan Rakyat, Datuk Seri Anwar Ibrahim, kemarin didesak agar mundur dari panggung politik setelah beredarnya video mesum yang diduga pelakunya adalah Anwar dengan seorang perempuan warga asing. 



Desakan itu disampaikan mantan ketua menteri Malaka, Tan Sri Abdul Rahim Tamby Chik, dengan alasan melindungi kepentingan negara dan integritas. 


Anwar, ujarnya, seharusnya mengikuti dirinya saat terlibat dalam skandal yang berujung pada pengunduran dirinya--meski pengadilan dan jaksa penuntut umum tidak memutus Rahim bersalah. 


Saat itu, kata dia, Deputi Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengharuskan dirinya mundur sebagai pertanggungjawaban. "Saya melakukannya karena semangat loyalitas pada kepentingan masyarakat," ujarnya. 


Rahim mengaku Datuk T yang mengungkap kasus video mesum pada awal pekan ini adalah dirinya bersama beberapa temannya yang menemukan video mesum itu. Datuk T hanyalah julukan untuk dirinya dan teman-temannya.


Mereka diketahui dekat dengan partai UMNO, partai yang berkuasa sekarang di Malaysia. Mereka mengaku berada di balik pembongkaran kasus video mesum. 


Selain dililit kasus video mesum, Anwar tengah dibidik dengan kasus sodomi dengan mantan asisten pribadinya. Kemarin jaksa telah menyelesaikan pemeriksaan sejumlah saksi. 


Selanjutnya, jaksa dan pengacara Anwar akan membuat kesimpulan atas kasus tersebut pada 18 April mendatang. Setelah itu, pengadilan digelar untuk mendengarkan kesaksian Anwar, pengacaranya, dan para saksi. 





STRAITS TIMES | MARIA RITA