TEMPO/Arif Fadillah
Topik
Pemerintah Kedodoran Kendalikan Jumlah Penduduk
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengendalian jumlah penduduk melalui program Keluarga Berencana dinilai belakangan ini kedodoran. Akibatnya jumlah populasi penduduk Indonesia terus meningkat dan tidak stabil. Kondisi ini dinilai jauh berbeda dengan saat program Keluarga Berencana digalakan tahun 1990-an. "Desentralisasi membuat banyak tantangan dan perubahan," ujar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam Konferensi Menteri dan Legislator Perempuan Regional di Hotel Gran Melia, Ahad 27 Maret 2011.
Untuk mengatasi tantangan terhadap populasi ini Indonesia sebagai negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia menurut Endang, harus meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi. Ia berpendapat wajib ada perubahan norma sosial dan legal yang menganggap pernikahan dini sebagai hal wajar.
Pemerintah ingin membangkitkan lagi Keluarga Berencana, yang belakangan kedodoran sehingga populasi berusia muda kini lebih banyak ketimbang yang tua. Data tahun 2010 menunjukkan, makin muda kelompok umur dalam demografi Indonesia, makin banyak populasinya. Ada 19,88 juta orang di kelompok umur 20-24 tahun, 20,87 juta di rentang 15-19 tahun, dan 22,68 juta orang berusia 10-14 tahun.
Endang mengatakan pemerintah tak lagi menggunakan slogan "dua anak cukup" dalam kampanyenya. Namun "dua anak lebih baik." "Artinya, kita tidak ingin membatasi, tapi ingin keluarga merencanakan dengan baik sesuai kemampuannya," ucapnya.
Riset Kesehatan Dasar 2010, yang mengambil sampel 154.759 orang untuk menganalisis kesehatan reproduksi, menunjukkan hanya 55,85 persen perempuan menikah berusia 10-49 tahun yang menggunakan kontrasepsi. Persentasenya lebih rendah lagi di kelompok usia menikah dini, 10-14 tahun, yakni cuma 25,9 persen.
Penggunaan alat kontrasepsi tahun 2010 juga mengalami penurunan ketimbang data tahun 2007. Dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007, ada 61,4 persen perempuan berstatus menikah di usia 15-49 tahun yang memakai kontrasepsi. Persentasenya merosot menjadi 55,86 persen di tahun 2010.
BUNGA MANGGIASIH





