foto

REUTERS/Sukree Sukplang

BPOM Bengkulu Razia Produk Makanan Dari Jepang  

TEMPO Interaktif, Bengkulu - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu, Senin (28/30) melakukan razia terhadap produk makanan yang berasal dari Jepang. Hal tersebut untuk mengantisipasi masuknya bahan olahan makanan yang diduga terkena radiasi nuklir.
Razia dilakukan di beberapa supermarket dan restoran yang ada di Kota Bengkulu antara lain di Hypermart.

Menurut Kepala BPOM Zulkifli razia dilakukan untuk menghindari masuknya produk makanan yang berasal dari Jepang karena dikhawatirkan telah tercemar radiasi nuklir. “Jika pun ada ditemukan kita akan melakukan uji sampel terhadap produk-produk tersebut,” katanya saat dikonfirmasi usai razia.

Berdasarkan hasil razia ditemukan produk kecap dan makanan olahan yang berasal dari Jepang. “Sementara waktu ini kita memastikan produk tersebut aman dikonsumsi,” ujarnya. Karena waktu produksi dan distribusi ke Indonesia produk yang ditemukan itu didistribusikan sebelum terjadi gempa dan radiasi nuklir.

Razia, tambah Zulkifli, akan dilaksanakan selama dua hari, dengan target tidak hanya supermarket tapi juga toko dan pasar tradisional yang ada di Kota Bengkulu.

Zulkifli mengimbau kepada masyarakat Bengkulu untuk saat ini berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan terutama yang berasal dari Jepang. Karena jika tidak diteliti waktu produksi dan distribusi ke Indonesia besar kemungkinan produk tersebut telah tercemar radiasi nuklir. “Karena jika bahan makan yang tercemar radiasi nuklir dikonsumsi manusia sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kanker,” ujarnya.

Terkait razia itu, Manajer Hypermart Kota Bengkulu Pantas Sihombing mengatakan, jika retail mereka juga menjual beberapa produk makanan yang berasal dari Jepang. “Hanya saja kita menjual produk yang kita terima sebelum tanggal 11 Maret, setelah kejadian tersebut hingga saat ini kita memang mengambil kebijakan menghentikan pasokan barang dari sana,” ujarnya.

PHESI ESTER JULIKAWATI