foto

Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang. TEMPO/Imam Sukamto

Laba Bersih Krakatau Steel Rp 1,062 T

TEMPO Interaktif, Jakarta - Badan usaha milik negara yang bergerak di bidang industri baja, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, membukukan kenaikan laba bersih yang signifikan pada 2010. berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dikutip hari ini, Selasa (29/3), laba bersih pada 2010 melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi sebesar Rp 1,062 triliun, atau naik dibandingkan pada 2009 yang sebesar Rp 494,672 miliar.

Pencapaian laba bersih tersebut didukung oleh penurunan beban pokok pendapatan dan beban bunga. Sementara, berdasarkan data, pendapatan bersih perusahaan justru mengalami penurunan. Pada 2010, pendapatan bersih sebesar Rp 14,856 triliun, atau turun dibandingkan pada 2009 yang sebesar Rp 16,913 triliun.

Aset perusahaan, yang terdiri dari aset lancar dan aset tidak lancar, tercatat mengalami peningkatan. Aset lancar perusahaan mengalami peningkatan pada 2010 menjadi sebesar Rp 12,287 triliun, atau naik dibandingkan pada 2009 yang sebesar Rp 8,631 triliun. Itu didukung oleh peningkatan kas atau setara kas, adanya deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, peningkatan piutang lain-lain pada pihak ketiga dan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dan peningkatan persediaan.

Sementara aset tidak lancar perusahaan juga mengalami peningkatan pada 2010 menjadi sebesar Rp 5,296 triliun, atau naik dibandingkan pada 2009 yang sebesar Rp 4,164 triliun. Itu didukung oleh peningkatan investasi pada saham, aset tetap, aset real estate, dan peningkatan kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya.

Peningkatan aset lancar dan aset lancar kemudian mendorong peningkatan total aset perusahaan, yang menjadi sebesar Rp 17,584 triliun pada 2010, atau naik dibandingkan 2009 yang sebesar Rp 12,795 triliun.

Jumlah kewajiban perusahaan juga mengalami peningkatan. Pada 2010, kewajiban perusahaan menjadi sebesar Rp 8,158 triliun, atau naik dibandingkan pada 2009 yang sebesar Rp 6,949 triliun. Ekuitas juga meningkat, menjadi sebesar Rp 9,293 triliun, atau naik dibandingkan pada 2009 yang sebesar Rp 5,805 triliun.

EVANA DEWI