Budayawan Kraton Siap Maju Calon Walikota
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Budayawan Kraton Yogyakarta KRMT Indro ''Kimpling'' Suseno Senin (28/3) malam mendeklarasikan pencalonannya sebagai Walikota Yogyakarta dari jalur independen. Alumni Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta itu menggandeng dosen Fakultas Filsafat Achmad Charris Zubair sebagai wakil.
Acara deklarasi di halaman kraton dihadiri sejumlah akademisi senior UGM, budayawan dan pegiat seni Yogyakarta serta aktivis lembaga swadaya masyarakat. Kimpling menyatakan pencalonannya merupakan bentuk penggalangan gerakan mempertahankan keistimewaan Yogyakarta.
Program yang diusung mentransformasi ekonomi kebudayaan lewat pembangunan pariwisata berbasis seni budaya dan membawa visi ''Jogja untuk dunia''. "Kemenangan saya di Pemilihan walikota nanti bukan milik saya, tapi kemenangan jiwa keistimewaan Yogyakarta," kata pendiri Majalah Kabare dan pengelola Jogja Gallery itu.
Dalam orasinya, Kimpling beberapa kali menyebutkan wacana mempertahankan keistimewaan menjadi modal untuk menggalang dukungan warga Yogyakarta. Semua poin landasan dan tujuan resmi pencalonanya ia kaitkan dengan isu mempertahankan keistimewaan dan mengembangkan budaya Yogyakarta. "Modal kami semangat gotong royong dengan warga Jogja untuk mempertahankan keistimewaan bukan uang dan agenda transaksional politik," ujarnya.
Kimpling mengklaim optimistis mampu mengumpulkan tanda tangan dan KTP dari 30 ribu warga Yogyakarta yang memiliki hak pilih. Ini merupakan persyaratan maju dari jalur independen yakni 5 persen dari 457.668 jiwa penduduk Yogyakarta.
Pengumpulan dukungan akan memakai jasa sejumlah relawan yang bergerak dari kampung ke kampung. "Akhir April semuanya terkumpul," kata dia.
Achmad Charis Zubair menganggap kemenangan bukan tujuan pencalonanya bersama Kipling. Mantan Wakil Sekretaris II Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhamadiyah itu menilai keikutsertaannya untuk memperbanyak pilihan bagi warga Yogyakarta. "Kalah-menang tak penting. Warga harus punya pilihan lain di luar orang partai," kata Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta periode 2003-2008 tersebut.
Addi Mawahibun Idhom





