Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Daerah Perbatasan
TEMPO Interaktif, Ambon - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal mengelar rapat koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Perbatasan di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Ambon, hari ini, Rabu 30 Maret 2011.
Rapat koordinasi ini dihadiri perwakilan dari berbagai kementerian. Deputi I Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Jamaluddin Rahmat mengatakan Kabupaten Kepulauan Aru termasuk daerah perbatasan yang tertinggal. "Kepulauan Aru masuk dalam 33 kabupaten perbatasan yang kami prioritaskan pembangunannya," kata Jamaluddin, saat membuka rapat koordinasi itu.
Menurut dia, Kepulauan Aru yang bertetangga dengan Australia itu memiliki sumberdaya alam yang melimpah. Misalnya perikanan, rumput laut, dan perkebunan. "Kami akan mengembangkan klaster industri rumput laut di Maluku, Kepulauan Aru termasuk daerah yang potensial untuk mengembangkan rumput laut," ujarnya.
Kepulauan Aru terdiri dari 547 pulau. Kabupaten ini terbagi dalam 7 kecamatan dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 83 ribu. Sayangnya, ada 6.555 rumah tangga tergolong miskin. Dari 117 desa, hanya 80 desa yang sudah menikmati listrik.
Jamaluddin mengatakan Kementerian Daerah Tertinggal mentargetkan ada 50 kabupaten yang bisa keluar dari predikat kabupaten tertinggal pada 2014. "Saat ini ada 183 kabupaten tertinggal," tuturnya.
Menurut dia, pemerintah sudah berhasil mengentaskan 53 kabupaten tertinggal. "Tapi mereka tetap ingin dimasukkan sebagai daerah tertinggal," ujar Jamaluddin.
SUTARTO





