Salah satu stan pencetakan gambar dengan mesin cetak digital berukuran besar pada pameran alat-alat percetakan All Print & Paper di Jakarta International Expo, Kemayoran, Rabu (20/8). Foto: Tempo/Imam Sukamto
Industri Mesin Cetak Sulit Tumbuh
TEMPO Interaktif, Jakarta - Industri mesin cetak bakal sulit tumbuh di Indonesia. Akibatnya, hingga kini kebutuhan mesin cetak sepenuhnya masih diimpor. Penguasaan teknologi yang minim menjadi penyebab utama. "Ini industri teknologi tinggi, dan kita tak punya sumber daya manusia," kata akademisi Politeknik Negeri Media Kreatif Bambang Wasita Adi di Jakarta, Kamis (31/3).
Selain sumber daya tak mumpuni, pembangunan produksi mesin cetak membutuhkan investasi besar. Sampai saat ini Indonesia mengandalkan mesin cetak dari Jerman, Cina, India, dan Taiwan. Produsen mesin cetak sederhana memang mulai bermunculan. Tapi dengan skala produksi kecil dan tingkat kompleksitas teknologi rendah.
Padahal pasar lokal terus menguat. Hingga kini ada 35 ribu pelaku industri dengan pasar Rp 130 triliun tiap tahun. Produksinya berupa buku, media cetak, dan kemasan industri. Data Badan Pusat Statistik tahun lalu menunjukkan, khusus impor komponen, suku cadang, dan aksesori mesin cetak, lebih dari US$ 524 juta, naik dari tahun sebelumnya US$ 369,4 juta.
Industri percetakan konvensional sempat terkena dampak signifikan dengan hadirnya Internet. Tapi ini tak lama. Data Oxford Economics menunjukkan industri percetakan di Tanah Air tetap tumbuh. Tahun ini pertumbuhannya diperkirakan 4,7 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang hanya 1,6 persen.
Roger Starke, Managing Director PrintPromotion GmbH, produsen mesin cetak asal Jerman, mengakui teknologi percetakan dunia berkembang sangat jauh. Teknologi baru di bidang ini kian memperhatikan aspek lingkungan. "Kami ingin mengenalkan ini dan menjalin kemitraan," katanya.
Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi menyatakan belum ada industri manufaktur mesin cetak otomatis di dalam negeri. "Tapi kita punya industri manual dan komponennya," katanya. Beberapa komponen mesin cetak juga sudah diproduksi di dalam negeri dan digunakan industri percetakan lokal.
KARTIKA CANDRA





