TEMPO/FULLY SYAFI
Topik
Ratusan Jemaah Umroh Indonesia Tertahan di Jeddah
TEMPO Interaktif, Jakarta - 387 jemaah umroh dari berbagai travel sudah dua hari dua malam tertahan di Jeddah dan tidak bisa pulang ke tanah air.
Mereka tidak bisa kembali ke Indonesia karena pesawat Garuda Indonesia nomor 985 yang sedianya membawa mereka ke Indonesia tak juga tiba di Jeddah.
Menurut Khodamul Quddus, pembimbing manasik dari travel Rahmatan Lil Alamin, sudah dua hari dua malam 63 jemaahnya tertahan. "Sampai sekarang belum ada kepastian kembali ke tanah air," ujarnya saat dihubungi Tempo di Jeddah hari ini (31/3).
Para jemaahnya, kata Khodamul, ditempatkan di Hotel Golden Tulis, Jeddah. Seharusnya jemaahnya sudah berada di tanah air kemarin (30/3).
Pihak travel sendiri telah menanyakan masalah tersebut ke pihak Garuda. Khodamul mendengar bahwa Garuda tidak ada penerbangan ke Jeddah karena ada rombongan jemaah umroh yang belum keluar visanya.
Pihak travel sendiri telah berupaya untuk mencari pesawat pengganti, namun semua pesawat telah penuh. Selain itu, jika harus mengganti pesawat, tiket Garuda penumpang hangus dan juga terpaksa mengeluarkan biaya sekitar US$ 400 untuk tiket pesawat pulang.
Khodamul mengatakan di antara jemaahnya terdapat dosen, penceramah, dan pejabat. Mereka terpaksa menelantarkan pekerjaannya karena keterlambatan ini. Untuk menghibur jemaah, pihak travel membawa mereka berkeliling Jeddah.
Kejadian keterlambatan dua hari ini, menurut Khodamul, juga merupakan yang pertama dialaminya. "Kalau keterlambatan 7 hingga 9 jam itu sudah biasa, tapi kalau sampai dua hari ini baru pertama kalinya," ujarnya.
Selain dari Rahmatan lil Alamin, menurut Khodamul, jemaah yang telantar juga berasal dari travel lain, di antarnya Maktour. Dia menyesalkan kejadian ini dan meminta perhatian Garuda. "Jangan sekali-sekali lagi kejadian seperti ini," ujarnya.
ERWIN Z





