Seorang wanita asal suku Rohingya, Myanmar, bersama ibu dan anak-anaknya di kamp tempat para pengungsi yang belum teracatat, di luar Kutupalong (7/3). AP/Pavel Rahman
Topik
Pengungsi Rohingya di Aceh Dipindahkan ke Medan
TEMPO Interaktif, Banda Aceh - Sebanyak 129 pengungsi etnis Rohingya, Myanmar, yang sebelumnya terdampar di Aceh, dipindahkan ke Sumatera Utara.
Kepala Imigrasi Banda Aceh, Wilmar Sayuti, kepada Tempo, Kamis (31/03), mengatakan nantinya mereka akan ditangani oleh pihak imigrasi di sana bekerja sama dengan badan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurus pengungsi, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM).
Selanjutnya para pengungsi itu akan dipindahkan ke negara ketiga yang mau menampung dan membutuhkan tenaga kerja.
Proses pemindahan dilakukan Rabu (30/03) malam dengan menggunakan lima unit bus trayek Banda Aceh-Medan. Para pengungsi tersebut terdampar di Aceh sejak 15 Februari lalu di perairan Kabupaten Bireuen, selanjutnya dipindahkan ke Pelabuhan Malahayati Aceh Besar dan ditampung di sana.
Kata Wilmar, pihak UNHCR sudah melakukan pendataan kepada mereka dan sedang melakukan upaya-upaya mencari negara ketiga untuk penampungan para pengungsi yang mengaku tertindas di negaranya. "Selama menunggu negara penampung, para pengungsi itu juga akan dibekali dengan pelatihan kerja di Sumatera Utara," kata Wilmar.
Aswin, Kepala Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Pelabuhan Malahayati Aceh Besar, mengatakan selama mereka di camp penampungan, etnis Rohingya sudah mulai berbaur dengan masyarakat sekitar. Bahkan ada beberapa orang yang menolak dipindahkan.
Kondisi kesehatan para pengungsi Rohingya tersebut cukup baik. Beberapa di antaranya sempat menjalani perawatan akibat dehidrasi setelah menempuh perjalanan laut selama 20 hari dari negaranya, sebelum terdampar di perairan Aceh.
Nur Alam, seorang pengungsi asal Myanmar tersebut, mengaku sedih meninggalkan tempat tersebut. "Kami tidak mau dikembalikan ke Myanmar, karena di sana kami ditindas," ujarnya.
Dalam dua tahun terakhir, Aceh telah tiga kali disinggahi kapal yang mengangkut pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar. Pada Januari 2009 silam, 391 warga Rohingya juga terdampar di Sabang dan di perairan Kuala Idi Rayeuk, Aceh Timur. Mereka telah dipindahkan ke negara ketiga difasilitasi oleh IOM dan UNHCR.
ADI WARSIDI





