foto

Presiden SBY. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Yudhoyono Tantang Pengusaha Kembangkan Luar Jawa

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah memerlukan sedikitnya US$ 2 triliun untuk mengembangkan perekonomian di luar Pulau Jawa. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan investasi tersebut diperlukan agar pembangunan lebih merata dalam 15 tahun mendatang.

"Lima, sepuluh, lima belas tahun mendatang, terbayang opportunity kita untuk mengembangkan perekonomian luar Jawa," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (1/4).

Yudhoyono menantang pengusaha mengembangkan bisnisnya di luar Jawa, sesuai dengan enam koridor yang tercantum dalam masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan EKonomi Indonesia yang disusun pemerintah. Ia mengatakan kini proporsi perekonomian tak berimbang.

Pulau Jawa memakan porsi hingga 58 persen. Ketimpangan itu dinilainya tak boleh terus berlangsung. Pasalnya, daya dukung lingkungan di Jawa makin berkurang. Di masa depan dunia usaha di Jawa harus beralih ke industri yang menggunakan teknologi canggih, atau bersifat riset dan pengembangan.

Presiden menambahkan, kini sekitar US$ 300 miliar siap diinvestasikan untuk mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi. Dananya dari perusahaan pelat merah, swasta, dan mitra dari negara sahabat. Adapun belanja pemerintah dalam empat tahun berjumlah Rp 100 triliun bakal digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur.

BUNGA MANGGIASIH