Wakil Presiden Bakal Datang, Pedagang Berubah Profesi

TEMPO Interaktif, Jambi - Wakil Presiden RI Boediono mulai hari ini hingga besok melakukan kunjungan kerja di Provinsi Jambi.

Pemerintah setempat dikabarkan melarang sejumlah  pedagang kaki lima yang biasa membuka lapak di sekitar beberapa ruas jalan Kota Jambi dilarang berdagang sejak tiga hari lalu. Hal itu lantaran ruas jalan akan dilewati rombongan Wakil Presiden.

Meski tak boleh jualan, para pedagang itu tak kehilangan akal untuk mencari nafkah. Di antara mereka ada yang beralih profesi menjadi tukang ojek atau menjadi pemulung.

Arifin, 37 tahun, seorang warga yang biasanya berjualan rokok di kawasan jalur Jalan Pura Kota Jambi, mengemukakan, sejak tiga hari lalu dia berubah profesi menjadi tukang ojek. “Saya terpaksa menjadi tukang ojek untuk sementara hingga kami diperbolehkan lagi berjualan,” ujarnya, Jumat (1/4).

Menurut dia, dengan berjualan, dia bisa mendapatkan uang Rp60 ribu –Rp100 ribu per hari. “Tapi dengan mengojek hanya bisa mendapatkan uang paling besar Rp30 ribu saja,” katanya.

Begitu pula dengan Amir Soleh, 40 tahun, yang biasa menjual pakaian bekas di kawasan kaki lima dekat Pasar Jambi, kini terpaksa harus menjadi pemulung. “Dari pada keluarga tidak makan, maka saya terpaksa melakukan ini, yang penting halal mas,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tempo, sepanjang jalan protokol seperti di Jalan Gatot Subroto yang akan dilalui rombongan Wakil Presiden, biasanya ramai dengan pedagang kaki lima, kini tampak sepi dan lengang.

Seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jambi mengakui, sejak beberapa hari ini pihaknya disuruh untuk mengatur dan melarang para pedagang kaki lima berjualan. Larangan itu untuk sementara waktu sambil menunggu rombongan Wakil Presiden kembali ke Jakarta.

SYAIPUL BAKHORI