foto

Minyak goreng. TEMPO/Dasril Roszandi

Bea Keluar Kelapa Diharapkan 15-25 Persen  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelaku industri pengolahan kelapa berharap pemerintah menerapkan bea keluar kelapa pada kisaran 15 - 25 persen. Hal ini berdasarkan perhitungan dengan rujukan bursa penjualan minyak kelapa di bursa Rotterdam, Belanda.

Rujukan dari luar negeri diperlukan karena hingga kini belum ada bursa perdagangan yang benar-benar menggambarkan harga kelapa utuh sebenarnya.

Marketing Development Officer Asian Pacific Coconut Community, Amrizal Idroes menjelaskan, patokan harga Rotterdam yang jadi patokan perhitungan adalah harga minyak kelapa US$ 2.000 per ton. Setelah dikurangi biaya angkut dan dilakukan konversi, maka harga kelapa di dalam negeri yang setara dengan bursa Rotterdam adalah Rp 2.025 per kilogram.

"Pengusaha hanya berharap ada bea keluar Rp 300-500 per kilogram, yang setara 15-25 persen harga kelapa setara bursa Rotterdam," kata Amrizal ketika dihubungi, hari ini.

Sebelumnya, industri berbasis kelapa meminta pemerintah menerapkan bea keluar kelapa. Hal ini dilatarbelakangi masalah sekitar 20 pabrik industri berbasis kelapa yang tersebar Indonesia, tapi utilisasinya tak mencapai 50 persen.

Pemerintah sudah menyatakan bakal menindaklanjuti permintaan pelaku industri pengolahan kelapa. Saat ini, pemerintah mempelajari kemungkinan penerapan bea keluar kelapa.

"Permintaan industri pengolahan kelapa dalam negeri besar tapi banyak bahan baku yang diekspor. Industri jadi kekurangan bahan baku," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh akhir pekan lalu.

Karena itu, pemerintah tengah memikirkan cara terbaik bagaimana untuk menjamin ketersediaan bahan baku. Cara lain menentukan harga referensi bea keluar kelapa dengan memantau perdagangan para eksportir besar kelapa. "Di antaranya Filipina dan Sri Langka," ujarnya.

Menurut Amrizal, sampai saat ini, pengusaha belum diajak bicara oleh pemerintah untuk merumuskan bea keluar kelapa. "Tapi, kalau diminta, kami sudah siap dengan perhitungannya," ujarnya.

EKA UTAMI APRILIA