foto

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menemui para imigran gelap asal Timur Tengah di penampungan pengungsi di Kantor Imigrasi Yogyakarta. TEMPO/Arif Wibowo

140 Imigran di Rote Dievakuasi ke Kupang

TEMPO Interaktif, Kupang -  Sebanyak 140 imigran gelap asal Timur Tengah yang ditangkap di perairan Ndao, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahad, 3 April 2011 malam, dievakuasi ke Kupang, Senin, 4 April 2011.

"Ratusan imigran gelap itu ditangkap setelah kapal yang mereka tumpangi menuju Australia dihantam gelombang tinggi hingga pecah, " kata  Kepala seksi Patwal Satuan Patroli Daerah Polisi Perairan Polda NTT, Kompol Bayu kepada Tempo di Kupang, Senin, 4 April 2011.

Setelah ditangkap, lanjut dia,  140 imigran gelap asal Irak, Iran, Pakistan dan Afghanistan diamankan di Polres Rote Ndao. Pol Air telah mengirim kapal patroli Pinguin milik Pol Air Polda NTT ke Rote untuk menjemput para imigran tersebut.

Ia menduga para imigran itu tidak miliki dokumen penyeberangan ke Australia. "Kita akan periksa mereka setelah tiba di Kupang. Sesuai jadwal pukul 17.00 WITA tiba di Kupang," katanya.

Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Hukum dan HAM NTT, Ramli Siahaan membenarkan adanya penangkapan ratusan imigran gelap tersebut. "Kami sudah mendapat laporan tentang penangkapan imigran gelap tersebut," katanya.

Menurut Ramli, setelah diserahkan oleh pihak kepolisian, pihaknya akan menampung imigran gelap tersebut di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim). Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan dokumen yang dipegang para imigran tersebut. Ada dua dokumen yakni UNHCR dan IOM. "Kita akan lihat dokumen apa yang dipegang sebelum di deportasi kembali ke negaranya," ujarnya.

 

 

YOHANES SEO