foto

TEMPO/Prima Mulia

Chevron Jajaki Genjot Produksi Listrik Panas Buminya  

TEMPO Interaktif,Bandung  - Vice President Policiy, Government and Public Affairs Chevron Indo-Asia Bussiness Unit Yanto Sianipar mengatakan, pihaknya tengah menjajaki pengembangan kapasitas produksi listrik pembangkit panas buminya. ”Blok yang kita operasikan sebenarnya sedang dievaluasi apakah bisa ditambah kapasitasnya sementara ini,” katanya di Bandung, Selasa (5/4).

Yanto mengaku, belum bisa membeberkan rencana pengambangan itu, karena masih dalam tahap studi. ”Kita gak bisa berikan saat ini, karena hasil studi belum lengkap,” katanya.

Chevron saat ini memasok hampir 60 persen listrik tenaga panas bumi yang beroperasi di Indonesia. Di antaranya, pembangkit milik Chevron di Gunung Darajat dengan kapasitas  259 Megawatt dan di Gunung Salak yang memproduksi listrik 377 MW.

Yanto mengatakan, saat ini perusahaan minyak dunia itu memenangkan pengoperasian ladang panas bumi baru di Lampung. Rencananya, ekspolrasi gelologi, geofisika, dan geokimia akan dikerjakan beberapa bulan lagi. Ladang panas bumi di Lampung ditaksir menghasilkan listrik 220 MW.

Soal harga pembelian listrik saat ini untuk pembangkit panas bumi, Yanto mengatakan, harganya sudah relatif cukup baik. ”Kami melihat keinginan baik pemerintah itu, untuk mendukung usaha geothermal,” kata Yanto.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, saat ini pemerintah Jawa Barat tengah menunggu ijin WKP (Wilayah Kerja Pertambangan) untuk 3 lokasi pembangkit panas bumi baru yakni di Gunung Papandayan, Ciremai, dan Gede Pangrango. ”Kalau tahun ini keluar WKP, kita akan tender,” katanya.

Selain 3 lokasi baru itu yang masih menunggu ijin dari Menteri ESDM, Heryawan mengatakan, pemerintah Jawa Barat saat ini tengah menyiapkan rencanan untuk melakukan survey pendahuluan bagi 11 titik geothermal baru di Jawa Barat.

Ahmad Fikri