foto

Sejumlah warga penghuni kolong jembatan di Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

Pemerintah Kucurkan Rp 1,6 Triliun untuk Keluarga Sangat Miskin  

TEMPO Interaktif, Garut  - Kementrian Sosial menyiapkan dana sebesar Rp1,6 triliun untuk mengentaskan kemiskinan. Dana tersebut akan disalurkan tahun ini kepada 1,116 juta keluarga  sangat miskin. Penerima program ini juga disebut Program Keluarga Harapan (PKH).

 “Dana itu sekarang sudah berada di 25 provinsi,” ujar Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (5/4).

Menurut dia, bantuan ini diberikan khusus bagi para ibu rumah tangga. Kriteria penerima bantuan ini, yakni ibu hamil, memiliki bayi hingga usia prasekolah dan anak usia sekolah dasar sampai SMP. Jumlah bantuan untuk setiap keluarga antara Rp 600 ribu - Rp 2,2 juta, tergantung jumlah anggota keluarganya.

Tujuan pemberian bantuan ini agar masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan tidak mewariskan kemiskinannya kepada anak dan keturunannya. Karena itu, ibu rumah tangga penerima bantuan ini memiliki tugas untuk membawa anaknya ke sekolah, Posyandu, puskesmas dan memberikan hak yang layak kepada anak. “Tugas Ibu ini harus membuat anak-anak mereka ke depan bisa diberdayakan,” ujar Salim.

Karena itu, dia berjanji pemberian uang tunai kepada rumah tangga sangat miskin ini akan terus ditingkatkan. Pada tahun 2014 mendatang target penerima bantuan PKH mencapai 3 juta rumah tangga sangat miskin di seluruh Indonesia.

Kementrian sosial juga menyiapkan program pengentasan kemiskinan lainnya seperti program Kelompok Usaha Bersama. Target sasarannya sebanyak 125 ribu orang di pedesaan dan 130 ribu jiwa di perkotan. Setiap kelompok beranggotakan 10 orang dengan bantuan awal sebesar Rp 20 juta.

Salim menambahkan hampir 80 persen anggaran Kementrian Sosial sekitar Rp 4 triliun berada di tiap daerah. Anggaran itu sebagain besar digunakan untuk pengentasan kemiskinan. Dana itu di antaranya dana dekonsentrasi yang berada di seluruh provinsi sebesar Rp 540 miliar dan tugas pembantuan sebesar Rp 135 miliar. “Masih banyak subsidi langsung yang kami berikan ke masyarakat,” ujarnya.

Sigit Zulmunir