foto

Marty Natalegawa. TEMPO/Imam Sukamto

Republik Fiji Belajar Demokrasi dari Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta -
Perdana Menteri Fiji Voreqe Josaia Bainimarama belajar pengalaman Indonesia dalam mengembangkan demokrasi. Indonesia dinilai menjadi  salah satu negara yang berhasil mengembangkan proses demokrasi secara langsung dan memberikan jaminan kebebasan berpendapat. "PM Fiji meminta berbagi pengalaman tentang proses demokratisasi di Indonesia. Mereka ingin memperoleh masukan dari kita," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Rabu 6 April 2011.

Fiji, kata Marty, saat ini sedang dalam proses demokratisasi. Bainimarama menyampaikan bahwa pemerintah Fiji sedang merencanakan mengadakan Pemilu 2014. Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri RI  bekerjasama dengan Republik Fiji   memfasilitasi pemberian  informasi dari  KPU Indonesia  kepada  KPU Fiji terkait bagaimana bisa menyelenggarakan sebuah Pemilu yang demokratis.

Pemerintah Fiji juga berencana membuka keduataannya di Indonesia. Selama ini, Kantor Kedubes Fiji untuk Indonesia masih dari Tokyo, Jepang. Sedangkan Indonesia sudah memiliki Kantor Kedubes di Suva ibukota Fiji sejak tahun 2002. "Jadi mereka baru pertama kali mempunyai kantor Kedubes di Indonesia," katanya.

Tidak hanya berbagi pengalaman dalam membangun proses demokrasi, kedua kepala pemerintahan juga membahas upaya peningkatan hubungan bilateral. Menurut Marty, kedua negara selama ini sudah menjalin kerja sama di bidang pertanian dan perikanan. “Indonesia memberikan bantuan kerja sama teknis di bidang pertanian, perikanan, dan bidang diplomasi,” ungkapnya.

Presiden menemui Perdaan Menteri Fiji didampingi, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisara Jero Wacik.

EKO ARI WIBOWO