foto

Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). TEMPO/Budi Yanto

ITB Dirikan Pusat Studi Agraria  

TEMPO Interaktif, Bandung  -  Institut Teknologi Bandung bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional akan segera mendirikan Pusat Studi Agraria. Selain menghasilkan kajian untuk kebijakan pertanahan, ITB juga akan melatih pegawai pertahanan dari administrasi hingga petugas surveyor lapangan.

Menurut Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan dan Alumni ITB Hasanuddin Zaenal Abidin, Pusat Studi Agraria akan melibatkan berbagai disiplin ilmu. Misalnya geodesi, planologi, dan lingkungan. “Studinya mengkaji masalah pertanahan, kebijakan wilayah dan kota, pemetaan, juga informatika data,” ujarnya seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan BPN di kampus ITB, siang tadi

Target awal studi, kata Hasanuddin, berupa kebijakan pertanahan. Selain itu, kerjasama juga akan berupa pelatihan administrasi pertanahan kepada pegawai BPN di program pasca sarjana yang kini telah berjalan, atau S-1 dan S-2 tentang kebijakan dan teknologi, serta akan dibuka program baru Diploma 1 untuk para surveyor BPN. Kelas itu akan bertempat di kampus baru Jatinangor bekas Universitas Winaya Mukti.

Kepala BPN Joyo Winoto mengatakan, pusat studi diharapkan bisa membantu mengatasi persoalan agraria yang dimensinya sangat luas. “Dengan pusat studi, kita akumulasikan pengetahuan agraria, dan memastikan reformasi agraria berjalan,” ujarnya di ITB.

Pilihan kerjasama dengan ITB, kata Joyo, karena ITB salah satu universitas terbaik di negeri ini. Pegawai BPN pun diisi oleh alumni dari Teknik Geodesi dan planologi. Selain itu, Joyo menilai pertanahan sangat terkait perkembangan teknologi.

ANWAR SISWADI