ANTARA/ Reno Esnir
Topik
Tokoh Agama NTT Titip Pesan ke Presiden
TEMPO Interaktif, KUPANG - Para tokoh agama di Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama untuk menyampaikan pesan mereka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Pesan tersebut pada intinya menegaskan bahwa tokoh agama di NTT siap menjaga kerukunan antar umat beragama.
"Kami harap sikap kami untuk menjaga kerukunan antar umat beragama bisa disampaikan kepada Presiden," kata Sekretaris Keuskupan Agung Kupang (KAK), Romo Gerardus Duka, Pr ketika berdialog bersama K.H. Ma’ruf Amin, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama di Kupang, Jumat, 8 April 2011.
Gerardus menyatakan, tokoh agama di daerah telah menyatakan kesiapannya untuk menjaga kerukunan antar umat beragama yang telah terjalin selama ini.
Para tokoh agama ini juga berharap agar agama tidak dipolitisasi oleh para elite politik di Jakarta.
Gerardus menilai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung, justeru menjadi sumber konflik yang mengatasnamakan agama ketika SKB itu diberlakukan di daerah. "Kami minta SKB dicabut saja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTT Romo Agus Parera, Pr, mengatakan konflik antar umat beragama yang marak terjadi di Indonesia diduga disebabkan pengaruh politisasi agama yang berlebihan.
Karena itu, Agus Parera menyatakan menolak dengan tegas cara-cara kekerasan yang mengatasnamakan agama tertentu.
Menurut Agus Parera, mutlak diperlukan penegakkan hukum yang adil terhadap para pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama tertentu. "Jangan ada pembiaran bagi pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama," ucapnya.
Agus Parera juga menyoroti pelaksanaan agenda nasional yang bertepatan dengan pelaksanaan hari-hari besar umat Kristiani. Agus Parera menyarankan agar pelaksanaan agenda nasional, seperti Pemilu atau Ujian Nasional (UN) tidak boleh bersamaan dengan hari raya umat beragama.
Pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP tahun 2011 bertepatan dengan persiapan dan pelaksanaan Hari Raya Paskah. "Kalau bisa penetapan agenda nasional juga mempertimbangkan pelaksanaan hari besar keagamaan," paparnya.
Pada kesempatan itu, Agus Parera juga meminta agar Front Pembela Islam di bubarkan. “Kami merasa tersinggung karena FPI pernah menantang Presiden dengan mengatasnamakan rakyat,” tuturnya.
K.H Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa kehadirannya di NTT untuk mendapatkan hal-hal positif yang berkaitan dengan kerukunan hidup antar umat beragama.
"Kami akan rekomendasikan kepada Presiden SBY untuk mengambil kebijakan-kebijakan dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama," katanya. YOHANES SEO.





