Kerja Bakti Sejuta Warga di Tangerang

TEMPO Interaktif, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang menggerakkan seluruh warganya mulai dari kampung-kampung hingga kota untuk sebuah kerja bakti massal, Sabtu (9/4). Diperkirakan sejuta orang ambil bagian termasuk aparat TNI.


Tempo mengamati kalau kerja bakti massal menghasilkan tempat-tempat seperti sepanjang Jalan Hasyim Ashari, Perintis Kemerdekaan, dan bypass Sudirman bersih dari sampah. Warga juga membersihkan lingkungannya masing-masing.


Selain itu, kerja bakti juga dilakukan untuk membersihkan Kali Mookervart sepanjang 3 kilometer, pembuatan 1000 jamban sehat, penanaman 100 ribu pohon dan pembuatan 10 ribu biopori di titik-titik banjir di seluruh wilayah Kota Tangerang.

Khusus pembuatan 10 ribu biopori itu akhirnya mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia. Penghargaan dari Museum diterima Walikota Wahidin Halim pada apel kerja bakti di Lapangan Ahmad Yani, Sabtu pagi. “Kami bersyukur Kota Tangerang mendapat banyak penghargaan dari pemerintah pusat,” katanya ketika ditemui di sela-sela penanaman pohon di pinggir Kali Sabi, Jatiuwung.


Kerja bakti massal sendiri dicanangkan Wahidin beserta aparat TNI setempat yang menggelar Karya Bhakti TNI di Kota Tangerang. Karya Bhakti awalnya hanya berskala kecamatan. “Saya sangat mengapresiasi langkah Walikota Tangerang ini sehingga akan saya jadikan contoh di daerah-daerah lainnya,” kata Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Marsiano.


Secara terpisah, Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Harry Mulya Zein, mengatakan kerjabakti massal adalah upaya menumbuhkan kembali budaya gotong-royong. “Ini sebagai bentuk tanggungjawab warga untuk melestarikan lingkungan,” kata Harry.

Sosialisasi dilakukan tiap pekan lewat program Jumat Bersih di lingkungan kecamatan-kecamatan. Dari kecamatan, sosialisasi ke kelurahan kemudian melalui RT/RW. “Minimal mereka menyapu halaman rumah masing-masing,” kata Harry sambil mengatakan angka partisipan sejuta warga diperkirakan dari jumlah penduduk Kota Tangerang yang berjumlah 1,8 juta jiwa.

Sementara itu, Mayornis Namaga, warga Perumahan P&K Cipondoh, mengaku ikut terlibat dalam kerja bakti karena kesadaran sendiri. “Demi lingkungan tertata rapi dan hijau,” katanya.

AYU CIPTA