Tiga Kapal Penyapu Ranjau Asing Berlabuh di Makassar

Tiga Kapal Penyapu Ranjau Asing Berlabuh di Makassar

Dua kapal Perang HMAS Yarra-M 87 (kiri) dan HMAS Huon-M 82 (kanan) bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO Interaktif, Makassar: Dua kapal perang milik angkatan laut Australia dan satu milik Amerika bersandar di pelabuhan terminal petikemas Soekarno Hata, Makassar. Tiga kapal itu merapat sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

Menurut Atase Angkatan Laut Amerika Kolonel Adrian Jansen, kapal perang negaranya itu berjenis USS Guardian-MCM 5 yang khusus digunakan untuk menyapu ranjau. Kapal itu dipimpim Letnan Keneth Brown.  "Kedatangan kapal ini merupakan bentuk kerja sama dengan angkatan laut Indonesia dalam latihan menyapu ranjau," kata Adrian di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut, Makassar.

Adrian mengatakan, pada April dan Mei ini angkatan laut Amerika akan menggelar latihan teknik-teknik menyapu ranjau bersama dengan TNI. Tujuannya untuk penguatan kerja sama dalam pembersihan ranjau.

Sebelum berlabuh di pelabuhan Soekarno-Hata, kapal Amerika itu berada di Singapura bulan lalu. "Dari Singapura ke Makassar selama lima hari," katanya.  Dalam setahun terakhir kapal itu sudah 120 kali mengikuti latihan.

Pernyataan senada disampaikan Kolonel Katja Bizilj dari Australia.  Kapal milik mereka sebelumnya juga mengikuti latihan bersama dengan Indonesia,Thailand, Amerika dan Filipina.
"Singgah di sini untuk mengisi bahan bakar dan akomodasi lainnya," kata Katja. Rencananya, kapal Australia berada di Makassar selama Lima hari sedangkan kapal kapal Amerika hanya dua hari.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut, Makassar Brigadir Jenderal Chaeider Patonnory mengatakan, Angkatan laut Indonesia  memiliki satu kapal perang penyapu ranjau dengan komparasi yang hampir sama. Besok akan digelar pertandingan antara anggota marinir Amerika, Australia melawan melawan marinir Indonesia  di lapangan Karebosi. "Mereka akan diatur oleh even organizer masing-masing untuk kegiatan selanjutnya," kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar Rusmayani Madjit mengatakan, kapal perang Australia ini merupakan kunjungan ke dua kalinya dalam satu tahun terakhir. "Mereka memilih Makassar karena mereka puas dengan acara penyambutan. Jadi kami akan lebih menampilkan sisi wisata yang merupakan program Visit Makassar 2011," kata Rusmayani.

SAHRUL

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X